Laporkan Masalah

KAPASITAS BADAN USAHA MILIK DESA DALAM PENGELOLAAN POTENSI DESA (STUDI PADA BUMDES DESA BLEBERAN KECAMATAN PLAYEN KABUPATEN GUNUNGKIDUL DALAM PENGELOLAAN POTENSI WISATA DESA)

YULIA TRI WIBAWATI, Dr. Ambar Widaningrum, M.A

2015 | Tesis | S2 Administrasi Publik

BUMDes merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa untuk mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa. Namun lembaga ekonomi ini masih dikelola oleh masyarakat desa yang belum berpengalaman dalam mengelola bisnis yang berorientasi profit dan sosial. Tesis ini bertujuan untuk menganalisa kapasitas organisasi BUMDes Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul dalam mengelola potensi wisata desa. Pengelolaan potensi wisata desa oleh BUMDes Desa Bleberan terkendala oleh kemampuan personil yang minim pengetahuan dan pengalaman, sarana dan prasarana terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Penelitian ini berupaya menganalisa kapasitas organisasi BUMDes dengan konteks otonomi desa dan pariwisata berbasis masyarakat. Kapasitas organisasi yang dikaji adalah kapasitas sistem, kapasitas organisasional dan kapasitas individual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan BUMDes mendukung terwujudnya otonomi desa dengan meningkatkan partisipasi dan kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan potensi wisata oleh BUMDes Desa Bleberan merupakan bentuk Community Based Natural Resource Management khususnya bentuk Community Based Tourism. Kapasitas sistem yang berupa peraturan perundang-undangan dan kebijakan pendukung telah disusun dalam mendukung kegiatan usaha BUMDes. Pemerintah pusat dan daerah telah menerbitkan berbagai aturan dan kebijakan pendukung yang tidak saling bertentangan dengan tujuan BUMDes. Kapasitas di tingkatan organisasional bagi BUMDes Desa Bleberan secara umum sudah memenuhi kebutuhan organisasi dalam mencapai tujuan. Aspek yang sudah terpenuhi dengan baik dalam tingkatan kapasitas organisasional antara lain pembagian kerja melalui sistem shift dan tupoksi yang jelas, penataan dan pertanggungjawaban keuangan yang baik, prosedur kerja melalui penyusunan AD/ART BUMDes, iklim kerja yang kondusif dan kepemimpinan yang baik melalui keterlibatan dalam penyelesaian masalah. Permasalahan dalam penguatan kapasitas organisasional adalah dalam aspek pemenuhan sarana dan prasarana penunjang kegiatan BUMDes dalam pengelolaan potensi wisata desa. Kapasitas tingkat individual secara umum sudah memadai bagi berlangsungnya pengelolaan potensi wisata desa. Dari aspek pengetahuan, secara umum tingkat pendidikan karyawan dan pengurus BUMDes yang bertugas mengelola potensi wisata desa sangat beragam. Sementara untuk ketrampilan, pengurus dan karyawan BUMDes Desa Bleberan belum memiliki latar belakang ketrampilan khusus tentang pengelolaan wisata. Secara etika dan perilaku dari personil dalam BUMDes Desa Bleberan telah memberikan citra yang baik, pelayanan yang prima kepada wisatawan.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) is a business entity that all or most of the capital is owned by the village to manage the assets, services, and other efforts for the welfare of rural communities. However, this economic institutions are still managed by rural communities that have no experienced in managing profit oriented business and social. This thesis aims to analyze the organization capacity of BUMDes Bleberan Village, in Playen District of Gunungkidul Regency in managing potential rural tourism. Management of potential rural tourism by BUMDes Bleberan constrained by the ability of personnel who lack in knowledge and experience, limited facilities and infrastructure. This research used a qualitative descriptive approach, using data collection method through depth interviews, observation, and documentation. This research seeks to analyze the organization capacity of BUMDes in the context of village autonomy and community based tourism. Studied organization capacity are the capacity of system, organizational capacity and individual capacity. The result showed that the presence of BUMDes support the establishment of village autonomy by increasing participation and welfareness of the community. Management of potential tourism by BUMDes Bleberan is a form of Community Based Natural Resources Management in particular forms of Community Based Tourism. The capacity of the system in the form of legislation and supporting policies have been developed in support of business activities of BUMDes. Central and local governments have issued various rules and supporting policies that do not contradict with the aim of BUMDes. Capacity at the organizational level for the BUMDes Bleberan generally already meet the needs of the organization in achieving its objectives. Aspects that has been met with both level of organizational capacity, among others, the division of labor through the shift system and duties are clear, structuring and financial accountability are good, work procedures through the development of AD/ART BUMDes, conducive working environment and good leadership through involvement in settlement the problem. Problems in strengthening organizational capacity is in the fulfillment of facilities and infrastructure management activities of BUMDes in potential rural tourism. Individual capacity level is generally adequate for the ongoing management of potential village tourism. From the aspect of knowledge, general education level of employees and administrators of BUMDes charge of managing the potential village tourism are very diverse. Managers and employees of BUMDes Bleberan not have special skill and background of tourism management. In ethics and behavior of personnel in BUMDes Bleberan has a good image and excellent service to tourist.

Kata Kunci : Kapasitas Organisasi, BUMDes, Potensi Pariwisata Desa

  1. S2-2015-357604-abstract.pdf  
  2. S2-2015-357604-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-357604-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-357604-title.pdf