Laporkan Masalah

Hubungan Antar Struktur Produksi Masyarakat Tani Sawah Basah 1960-an-200-an : Studi Kasus Dusun Loh Banyu, Kabupaten Sleman

GUTOMO PRIYATMONO, S.S.,M.HUM., Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra, M.A, M.Phil

2015 | Disertasi | S3 Antropologi

Penelitian ini didasarkan pada hubungan antara faktor produksi utama pada keluarga petani yaitu; lahan sawah basah dan tenaga kerja. Lahan di satu sisi tidak pernah dilakukan pembaharuan dalam kepemilikan dan pengelolaan, sementara itu tenaga kerja pertanian, yaitu anggota keluarga petani; bapak dan ibu petani, telah berubah menjadi buruh. Mereka menjadi buruh karena cara produksi di sawah basah berubah menjadi mburuh dalam hubungan produksi mburuhke. Hubungan produksi mburuhke dan cara produksi mburuh yang tidak lain depeasantation ini diakibatkan karena struktur produksi berubah, yaitu struktur produksi yang tidak hanya sawah basah dan tenaga kerja, tetapi sarana dan alat produksi yang beraneka macam dengan diperlukan modal untuk mengadakannya. Tidak lain menjadi buruh dengan mburuh hanya diperuntukkan untuk modal. Hal ini terjadi karena usaha tani tidak pernah menghasilkan surplus, justru kerugian yang dialami keluarga petani. Ini semua diakibatkan oleh pembangunan pertanian (struktur) ciptaan negara yang beroriientasi pada hasil tonase, yang dilandasi modernisasi (superstruktur) dengan merubah material untuk budidaya padi sawah (infrastruktur).

This research is based on the relation between the main factor of production in peasant family: land for wet ricefield and labor. On the one hand, the land had never experienced any renewal in terms of ownership and management. On the other hand, peasants on agricultural sector, that is the member of peasant family; bapak and ibu petani, had been transformed into workers (labor) This transformation occurs since the mode of production on the ricefield is also transformed into mburuh in the production relation of mburuhke. The mburuhke relation of production and the mburuh mode of production -- which actually are a depeasantation -- are caused by the changing structure of production; that is a structure of production which not only involves land and labor, but also various means and tools that require capital in order to provide them. The purpose of mburuh is hence to gain capital since farming actually makes the peasant family suffers from loss instead of producing surplus for them. This phenomenon is caused by the state tonnage-oriented agricultural development (structure), which is based on modernization (superstructure) by transforming the material for rice cultivation (infrastructure).

Kata Kunci : petani, modal produksi, buruh, surplus, dan keuntungan