HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KESESAKAN (CROWDING) DI JALAN RAYA DENGAN AGGRESSIVE DRIVING PENGEMUDI SEPEDA MOTOR REMAJA DI YOGYAKARTA YANG DIMODERATORI OLEH JENIS KELAMIN
AWANG DARMAWAN, Fauzan Heru Santhosa, Drs., M.Si.
2015 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi kesesakan di jalan raya dan jenis kelamin dengan aggressive driving pada pengendara motor remaja di Yogyakarta. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah persepsi kesesakan yang diukur menggunakan skala persepsi kesesakan . Variabel independen dalam penelitian ini adalah aggressive driving dan diukur menggunakan skala aggressive driving. Variabel moderator dalam penelitian ini adalah jenis kelamin. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara persepsi kesesakan dan jenis kelamin dengan aggressive driving pada pengemudi sepeda motor remaja. Subjek dalam penelitian ini ialah remaja berusia antara 16-22 tahun berjumlah 115 orang di Yogyakarta. Data dianalisis dengan menggunakan metode regresi ganda, dan hasilnya menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kesesakan dan jenis kelamin dengan aggressive driving (R= 0,512 dan p<0,01 ), dan secara bersama-sama variabel persepsi kesesakan dan jenis kelamin memberikan sumbangan pada aggressive driving sebesar 26,3% sehingga hipotesis dapat diterima. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat aggressive driving antara pengemudi laki-laki dan perempuan. Laki-laki lebih agresif pada saat mengemudi. Namun, hubugan persepsi kesesakan dengan aggressive driving lebih kuat terlihat pada subjek perempuan daripada laki-laki. Selain itu, tingkat agresivitas juga menunjukkan perbedaan berdasarkan usia. Pada usia 17 tahun, perilaku aggressive driving muncul lebih tinggi daripada usia lain.
The aim of this study is to find out the relationship between the perception of crowding in the road and gender with aggressive driving on the adolescent motorist in Yogyakarta. The dependent variable in this study is perception of crowding, measured using the scale perception of crowding. The independent variable in this study is aggressive driving, measured aggressive driving scale. Gender role as moderator variables in this study. The hypothesis of this study is that there is a relationship between the perception of distress and gender with aggressive driving on a adolescent motorist. Subjects in this study is adolescents aged between 16-22 years amounted 115 in Yogyakarta. Data were analyzed using multiple regression method, and the results show that there is a significant relationship between the perception of crowding and gender with aggressive driving (R = 0.512 and p <0.01). Simultaneously variable perception of crowding and gender contribute on aggressive driving by 26.3%, so the hypothesis can be accepted. The analysis shows that there are differences in the level of the driver's aggressive driving between men and women. Men are more aggressive at the time of driving. However, the relationship between perceptions of crowding and aggressive driving more powerful look at the women than men. In addition, the level of aggressiveness also showed differences based on age. At the age of 17 years, aggressive driving behavior appears higher than other age.
Kata Kunci : Kata Kunci : Persepsi Kesesakan, Jenis Kelamin, Aggressive Driving, Remaja / Keywords: Perception of Crowding, Gender, Aggressive Driving, Adolescents