Identifikasi dan Analisis Faktor Risiko Kejadian Drug Related Problems (DRPs) Pada Pasien Rawat Jalan Dengan Penyakit Kronis Di Rumah Sakit Daerah Istimewa Yogyakarta
BEKTI MEILANI N., Dr. Tri Murti Andayani, Sp.FRS., Apt.;Dr. Fita Rahmawati, Sp.FRS., Apt.
2015 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiDalam rangka mewujudkan pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada keselamatan pasien, diperlukan peranan farmasi klinik untuk mengidentifikasi, mencegah, dan mengatasi drug related problems (DRPs). Identifikasi dan penyelesaian DRPs dengan tepat dapat menjamin efektifitas, keamanan dan efisiensi penggunaan obat. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi DRPs dan mengetahui faktor risiko terjadinya DRPs. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional, dilakukan di RSUD Kabupaten Sleman dan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dari bulan Oktober sampai dengan Desember 2014. Penelitian diawali dengan melakukan identifikasi jenis dan angka kejadian DRPs yang terjadi pada peresepan pasien rawat jalan dengan penyakit kronis di kedua Rumah Sakit tersebut. Selanjutnya dilakukan analisa terhadap faktor - faktor yang mempengaruhi kejadian DRPs meliputi usia, jenis kelamin, jumlah diagnosis, jenis diagnosis, jumlah obat yang diterima, dan penulis resep. Jenis, angka kejadian DRPs dan data demografi pasien ditampilkan dengan statitistik deskriptif. Sedangkan hubungan faktor risiko dengan kejadian DRPs dianalisa dengan analisa bivariat menggunakan Chi- Square test atau Fisher's exact test. Dari 185 pasien rawat jalan yang terlibat dalam penelitian ini, terdapat 123 pasien (66,49%) mengalami kejadian DRPs dengan total kejadian DRPs adalah 192. Jenis kejadian DRP berturut- turut dari yang paling banyak adalah interaksi obat 71 kejadian (36, 98 %), kepatuhan 57 kejadian ( 29,69%), obat tidak tepat 16 kejadian (8,33 %), dosis terlalu rendah 15 kejadian (7,81 %), terapi obat yang tidak perlu 14 kejadian (7,29 %), efek samping obat 12 kejadian (6,25%), dan membutuhkan terapi obat tambahan 7 kejadian (3,65 %). Faktor -faktor yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian DRPs adalah polifarmasi (peresepan 5 macam obat atau lebih) , adanya komorbid (diagnosis lebih dari 1 macam) , dan diagnosis gagal jantung (p < 0,05) dengan nilai odds ratio (OR) berturut-turut adalah 2, 43 ; 2, 79 dan 3,37 .
In effort to developt pharmaceutical care practice that oriented to patient safety, it need clinical pharmacist role in identifying, preventing, dan solving drug related problems (DRPs). Correct identification and solving of DRPs could guarantee efectifity, safety, and eficiency in drug use. This research was conducted to identify and explore risk factor of DRPs insidence. This Research was observasional analitic with cross sectional design, performed in RSUD Kabupaten Sleman and RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta at October to Desember 2014. This research started by identify type and prevelence of DRPs on outpatient with chronic illness prescribing in both hospitals. Then, analysis factor - factor that assumed contribute to DRPs insidence, such as age, gender, number and type of diagnosis, number of drug, and prescriber. Type and prevalence of DRPs and demographic patient was analyzed by descriptive statistic. In other hand, corellation between risk factor and DRPs was analyzed with bivariat analysis using Chi - Square test or Fisher's exact test. Among 185 outpatient involved in this research, DRPs incidence was founded in 123 patient (66,48 %) with total 192 insidence. Type of DRPs was drug interaction 71 insidence (36.98%), non-adherence 57 insidence (29.69%), inapropriate drug 16 insidence (8.33%), under dose 15 insidence (7.81 %), not need drug therapy 14 insidence (7.29 %), side effect of drug 12 insidence (6.25 %), and need additional drug therapy 7 insidence (3.65%). Polypharmacy, defined as prescribing 5 or more drug, comorbid that defined as more than one diagnosis in one patient, and chronic hearth failure (CHF) had a correlation with DRPs insidence (p < 0,05) and odds ratio (OR) was 2,43 ; 2,79 and 3,37.
Kata Kunci : drug-related problems, penyakit kronis, faktor risiko, peresepan rawat jalan