Laporkan Masalah

PENGARUH PSIKOEDUKASI STRATEGI REGULASI EMOSI REAPPRAISAL TERHADAP KUALITAS HIDUP ORANG DENGAN HIPERTENSI

DRA ESTI HAYU PURNAMANINGSIH MS, Prof. Johana E. Prawitasari, Ph.D; Dr. Neila Ramdhani, M.Si., M.Ed; Fathul Himam, M.Psi., M.A., Ph.D

2015 | Disertasi | S3 Psikologi

Penurunan fungsi fisik pada orang dengan hipertensi, terutama bila mengalami komplikasi dapat menurunkan kualitas hidup. Hipertensi dapat dipicu oleh emosi, yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu pengelolaan emosi menjadi penting untuk mencegah berkembangnya hipertensi. Kualitas hidup dapat dipengaruhi oleh ioptimisme. Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh psikoedukasi strategi regulasi emosi reappraisal, terhadap kualitas hidup orang dengan hipertensi, yang disampaikan dengan tiga cara yang berbeda, yaitu dengan ceramah disertai bimbingan, booklet disertai bimbingan, dan booklet tanpa bimbingan, dengan mengendalikan optimisme. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi, dengan metode pre test post test control group design. Jumlah subjek 56 orang dengan hipertensi, yang terbagi menjadi tiga kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Alat ukur yang digunakan adalah skala kualitas hidup SF 36 dan skala optimisme. Skala strategi regulasi emosi dan tes pengetahuan materi psikoedukasi diberikan sebagai tes manipulasi. Materi lain adalah makalah dan booklet, sebagai bahan psikoedukasi , tensimeter dan lembar aktivitas, yang diserahkan seminggu sekali. Data dianalisis melalui ANOVA mixed design dan analisis deskriptif. Psikoedukasi strategi regulasi emosi reappraisal yang disampaikan melalui ceramah disertai bimbingan secara signifikan berpengaruh pada peningkatan kualitas hidup ( F=4,544, p< 0,05), eta squared 0,363,sehingga sumbangan efektifnya, 36,3 %. Psikoedukasi yang disampaikan dengan menggunakan booklet disertai bimbingan (F=4, 485, p< 0,05), eta squared 0,212, sehingga sumbangan efektifnya= 21,2 %. Psikoedukasi yang disampaikan dengan booklet tanpa bimbingan, tidak berpengaruh terhadap peningkatan kualitas hidup (F=1,012, p>0,05). Ada perbedaan pengaruh psikoedukasi yang disampaikan melalui ketiga cara. Metode ceramah disertai bimbingan paling efektif dibanding penggunaan booklet disertai bimbingan dan booklet tanpa bimbingan.Selanjutnya disimpulkan pentingnya bimbingan pada proses psikoedukasi. Disamping itu ditemukan tidak ada korelasi antara optimisme dan kualitas hidup (r = 0,148; p > 0,05).

Penurunan fungsi fisik pada orang dengan hipertensi, terutama bila mengalami komplikasi dapat menurunkan kualitas hidup. Hipertensi dapat dipicu oleh emosi, yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu pengelolaan emosi menjadi penting untuk mencegah berkembangnya hipertensi. Kualitas hidup dapat dipengaruhi oleh ioptimisme. Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh psikoedukasi strategi regulasi emosi reappraisal, terhadap kualitas hidup orang dengan hipertensi, yang disampaikan dengan tiga cara yang berbeda, yaitu dengan ceramah disertai bimbingan, booklet disertai bimbingan, dan booklet tanpa bimbingan, dengan mengendalikan optimisme. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi, dengan metode pre test post test control group design. Jumlah subjek 56 orang dengan hipertensi, yang terbagi menjadi tiga kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Alat ukur yang digunakan adalah skala kualitas hidup SF 36 dan skala optimisme. Skala strategi regulasi emosi dan tes pengetahuan materi psikoedukasi diberikan sebagai tes manipulasi. Materi lain adalah makalah dan booklet, sebagai bahan psikoedukasi , tensimeter dan lembar aktivitas, yang diserahkan seminggu sekali. Data dianalisis melalui ANOVA mixed design dan analisis deskriptif. Psikoedukasi strategi regulasi emosi reappraisal yang disampaikan melalui ceramah disertai bimbingan secara signifikan berpengaruh pada peningkatan kualitas hidup ( F=4,544, p< 0,05), eta squared 0,363,sehingga sumbangan efektifnya, 36,3 %. Psikoedukasi yang disampaikan dengan menggunakan booklet disertai bimbingan (F=4, 485, p< 0,05), eta squared 0,212, sehingga sumbangan efektifnya= 21,2 %. Psikoedukasi yang disampaikan dengan booklet tanpa bimbingan, tidak berpengaruh terhadap peningkatan kualitas hidup (F=1,012, p>0,05). Ada perbedaan pengaruh psikoedukasi yang disampaikan melalui ketiga cara. Metode ceramah disertai bimbingan paling efektif dibanding penggunaan booklet disertai bimbingan dan booklet tanpa bimbingan.Selanjutnya disimpulkan pentingnya bimbingan pada proses psikoedukasi. Disamping itu ditemukan tidak ada korelasi antara optimisme dan kualitas hidup (r = 0,148; p > 0,05).

Kata Kunci : Psikoedukasi strategi regulasi emosi reappraisal, kualitas hidup, ceramah, booklet