Laporkan Masalah

Analisis Strategi Bersaing Pada Industri Konsultan Teknologi Informasi: Studi Pada PT. G

JULIUS VALERIAN SUMALI, Dr. Ir. Adi Djoko Guritno, MSIE

2015 | Tesis | S2 Manajemen

Pertumbuhan belanja Teknologi Informasi (TI) di ASEAN merupakan yang paling besar pada akhir tahun 2013 dan diperkirakan akan terus bertumbuh pada tahun 2014. Walau demikian, pada paruh kedua 2014 didapati bahwa perekonomian di ASEAN melambat dan salah satu industri yang terkena dampak adalah industri jasa-jasa. PT. G yang bergerak pada bidang jasa konsultan TI juga terkena dampaknya dan harus bersiap menghadapi ketidakpastian pada lingkungan bisnis ini. Oleh karena itu pemilik PT. G menyusun strategi ekspansi dan survivalability untuk menghadapi kondisi ini pada wilayah operasi perusahaan (Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan arahan strategi ekspansi atau survivalability yang paling sesuai untuk dijalankan pada masing-masing wilayah. Penelitian akan dimulai dengan melakukan analisis terhadap lingkungan bisnis perusahaan. Analisis dilakukan dengan menggunakan model Porter�s Five Forces, SWOT, dan PEST. Hasil analisis lingkungan bisnis akan dijadikan bahan referensi bagi narasumber untuk memberikan penilaian terhadap posisi strategis perusahaan. Penilian posisi strategis perusahaan akan menggunakan model Matriks SPACE (Strategic Positioning and Action Evaluation). Dari hasil Matriks SPACE akan didapatkan arahan strategi yang sesuai untuk diterapkan pada masing-masing wilayah operasional PT. G. Hasil analisis Matriks SPACE untuk wilayah Indonesia dan Malaysia diarahkan untuk menerapkan strategi bersaing yang bersifat agresif. Sedangkan wilayah Singapura diarahkan untuk menerapkan strategi bersaing yang bersifat kompetitif. Dari hasil tersebut maka strategi bersaing ekspansi yang sudah diformulasikan oleh pemilik perusahaan cocok untuk diterapkan di wilayah Indonesia dan Malaysia. Sedangkan untuk operasional di wilayah Singapura kecocokannya lebih condong untuk menerapkan strategi survivalability.

Information Technology (IT) spending growth in ASEAN is the largest by the end of 2013 and expected to keep growing through out 2014. However, ASEAN economic growth slowed down during the second semester of 2014 and one of the effected industries is services. PT. G which operates in IT consulting services is also affected and need to prepare to face the uncertainty in the business environment. Therefore the owner of PT. G is formulazing expansion and survivability competing strategy to cope with the uncertainty at each operating region (Indonesia, Malaysia, and Singapore). The purpose of this research is to provide guidance whether the expansion or survivalability strategy suits better for each region. This research starts with business environment analysis. The analysis will be done with Porter�s Five Forces model, SWOT, and PEST. The results of the business environment analysis will be used as reference for the resource to provide scoring on the company�s strategic positioning. The company�s strategic positioning scoring will use the SPACE (Strategic Positioning and Action Evaluation) Matrix model. The SPACE Matrix result will provide guidance for the best fit strategy to be implemented in each operation region of PT. G. The SPACE Matrix analysis for Indonesia and Malaysia region indicates to implement competing strategy with aggressive posture. While guidance for Singapore region is to implement competing strategi with competitive posture. From those results than expansion strategy formulized by the company�s owner will be best to be implemented in Indonesia and Malaysia region. While for Singapore operating region will be more incline to implement survivalability strategy.

Kata Kunci : Analisis Strategi Bersaing, Porter Five Forces, SWOT, PEST, Matriks SPACE.