EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS TERHADAP KEJADIAN INFEKSI LUKA OPERASI PADA OPERASI SECTIO CAESAREA
FIFIN OKTAVIANI, Prof. Dr. Djoko Wahyono, SU., Apt;Endang Yuniarti, S.Si.,M.Kes, Apt
2015 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiInfeksi nosokomial merupakan penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Pada tahun 2002 CDC memperkirakan angka kejadian infeksi nosokomial di rumah sakit 1,7 juta orang dan sekitar 99.000 orang meninggal karena infeksi ini. Infeksi luka operasi merupakan salah satu dari infeksi nosokomial mayoritas yang terjadi di rumah sakit. Penggunaan antibiotik profilaksis yang sesuai dapat mengurangi kejadian infeksi luka operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya angka kejadian infeksi luka operasi pada operasi sectio caesarea, mengetahui pola dan kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien sectio caesarea dengan Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik (PPAB) 2011, American Society of Health System Pharmacist (ASHP) Therapeutic Guideline 2012, Drug Information Handbook 22nd Edition. Metoda penelitian menggunakan metoda cross sectional melalui penelusuran data secara retrospektif terhadap rekam medik pasien yang menjalani tindakan operasi sectio caesarea di salah satu rumah sakit BUMN Kepulauan Riau periode Maret 2014 - Februari 2015. Analisis data berupa deskripsi angka kejadian infeksi luka operasi, pola dan kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien sectio caesarea dengan pedoman. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya angka kejadian infeksi luka operasi akibat tindakan sectio caesarea sebanyak 9 pasien (6,4%) dari jumlah total 140 pasien. Pola penggunaan antibiotik profilaksis menunjukkan bahwa penggunaan ceftriaxon sebanyak 55,7%, cefuroxim sebanyak 34,3%, kombinasi ceftriaxon dan metronidazol sebanyak 10%. Kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis dengan pedoman menunjukkan bahwa dari kesesuaian rute dan interval pemberian sebesar 100% dari jumlah total 140 pasien, kesesuaian jenis antibiotik profilaksis sebesar 34,29%, kesesuaian dosis sebesar 65,71%, kesesuaian waktu pemberian sebesar 72,86%.
Nosocomial infection is a major cause of mortality and morbidity in the world. On 2002, the CDC estimated that the incidence of nosocomial infections in hospitals is 1.7 million people and about 99.000 people die from this infection. Surgical site infection (SSI) is one of the majority nosocomial infections. Using appropriate antibiotic prophylaxis is able to reduce incidence of SSI. This research aim was to determine the incidence and to determine the pattern as well as the appropriateness of antibiotic prophylaxis in sectio caesarea following National Antibiotic Guideline 2011, American Society of Health System Pharmacist (ASHP) Therapeutic Guideline 2012, Drug Information Handbook 22nd Edition. This research method was cross sectional study using medical records retrospectively during period March 2014 - February 2015 at a state-owned hospital in Riau Islands. The incident of SSI, the pattern and appropriateness of antibiotic prophylaxis in sectio caesarea were analyzed descriptively. The results shown that the incidence of SSI was 6.4% of 140 patients. The pattern of antibiotic uses on prophylaxis was ceftriaxone 55.7%, cefuroxime 34.3% and ceftriaxone - metronidazole 10%. The appropriateness whole antibiotic prophylaxis following the guidelines from route and interval 100%, type 34.29%, doses 65.71%, time 72.86%.
Kata Kunci : Antibiotik profilaksis, infeksi luka operasi, sectio caesarea