Aplikasi Prediksi Financial Distress Menggunakan Metoda Altman: Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2013
DONATUS HERMAWAN AGUNG PITAYA, Prof. Marwan Asri, M.B.A., Ph.D.
2015 | Tesis | S2 ManajemenTujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh rasio keuangan Altman (1968) yaitu WCTA, RETA, EBITTA, MVETL, STA dan ketepatan Metode Altman dalam memprediksi financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2010-2013. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Rasio keuangan sebagai variabel independen dihitung berdasarkan Metode Altman (1968) menggunakan data keuangan tahun 2010-2011, sedangkan data keuangan tahun 2012-2013 digunakan sebagai dasar untuk menentukan status financial distress yang menggunakan proksi EBT negatif 2 (dua) tahun berturut turut atau yang telah delisting dari bursa. Penelitian ini menggunakan 102 perusahaan manufaktur sebagai sampel penelitian yang terdiri dari 84 perusahaan non-financial distress dan 18 perusahaan financial distress. Hipotesis dari penelitian ini diuji dengan model analisis 1 tahun dan 2 tahun sebelum financial distress menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian ini adalah bahwa Metode Altman mampu memprediksi perusahaan yang benar mengalami financial distress dengan keakuratan sebesar 50% dan 61,1% masing-masing dalam periode 2 tahun dan 1 tahun sebelum terjadinya financial distress. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa semua rasio Altman yaitu WCTA, RETA, EBITTA, MVETL dan STA berpengaruh negatif terhadap kemungkinan terjadinya financial distress.
The purpose of this study was to examine the influence of financial ratios of Altman (1968), namely WCTA, RETA, EBITTA, MVETL, STA and the accuracy of Altman Method to predict financial distress on manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange year period 2010-2013. The data used in this research is secondary data obtained from the Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Financial ratios as independent variable is calculated based on the method of Altman (1968) using financial data in 2010-2011, while the 2012-2013 financial data were used as the basis for determining the status of financial distress that use proxy negative EBT for two (2) consecutive years, or who have been delisted from the stock exchange. This study used 102 manufacturing companies as research sample consisting of 84 non-financial distress companies and 18 financial distress companies. The hypothesis of this study were tested with analysis model for 1 year and 2 years before financial distress using logistic regression. Results of this research is that Altman method is able to predict the companies that really experiencing financial distress with accuracy of 50% and 61.1%, respectively in a period of 2 years and 1 year prior to the financial distress. The test results also showed that all Altman ratios namely WCTA, RETA, EBITTA, MVETL and STA have negative effect on the likelihood of financial distress.
Kata Kunci : financial distress, Metode Altman, perusahaan manufaktur, regresi logistik.