Laporkan Masalah

Analisis assessment ratio tanah di wilayah perkampungan Cina :: Studi kasus di kota Yogyakarta

DEVIYANI, Dr. Soeratno, MEc

2002 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Suatu studi perlu dilakukan untuk mengetahui perbandingan NJOP dengan nilai pasamya yaitu melalui studi rasio. Rasio yang sering dipakai dalam bidang perdam properti untulc kepentingan pajak adalah assessment ratio (AR) yang merupakan NJOP diiagi dengan nilai pasar. Assessment mtio ini digunakan untuk mengevaluasi masalah yang menyangkut penetapan, keseragaman dan keadilan. Dapat juga unu mengidentifikasi berbagai pernasalahan seputar analisis pasar, penyelesaian keberatan, prosedur penilaian dan masalah lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi assessment ratio tanah di kedua wilayah perkampungan apakah mempunyai distrihi normal; 2) mengestimasi dan memperbandingkan besarnya assessment ratio tanah antar kedua wilayah perkampungan Cina; 3) mengukur variabilitas dan keseragaman penetapan pajak tanah di kedua wilayah perkampungan Cina; 4) menentukan assessment ratio tanah di kedua wilayah perkampungan apakah bersifat under assessment atau mer assessment; 5) mengetahui apakah terjadi regressivitas atau progressbitas assessment tanah di kedua wilayah perkampungan. Wilayah penelitian ini adalah perkampungan Cina di Kota Yogyakarta, yaitu Kecamatan Jetis mewalcili Perkampungan Cina dekat CBD dengan ]umlah sampel52 dan Kecamatan Tegalrejo mewakili perkampungan Cina jauh dari CBD dengan p d a h sampel94. %pel diambil secara purposive (purposive sampling) Data yang digunakan adalah, 1). Data transaksi jual beli tahun 2001, diperoleh dari laporan PPAT yang telah disurvei oleh tim Direktorat PBB Yogyakarta. 2). Data NJOP merupakan NJOP tanah yang ditetapkan oleh Kantor Pelayanan PBB Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) assessment ratio di kedua perkampungan berdistribusi normal; 2) assessnzerit ratio di Kecamatan Jetis lebih kecil dibandhgkan dengan Kecamatan Tegalrejo dan assessment ratio dalam perkampungan tersebut tidak seragam; 3) assessment ratio di kedua perkampungan bersifat under assessment; 4) assessment ratio di kedua perkampungan bersifat regresif.

A study is used to compare assessed value (NJOP) and market value is ratio study. The ratio used m property appraisal for tax purpose is assessment ratio are formed by dividing ,NJOP by market value. The Assessment ratio had been used for evaluate level of assessment, uniformity and equity. Purpose of study is also identification some problems about market analysis, taxing jurisdiction, appraisal procedure and others. This research aims to 1) identification assessment ratio on both Chinnese villages is normal distributior~2 ) estimate and compare assessment ratio on both of Chinnese villages; 3) measure variability and uniformity tax assessment on both of Chinnese villages; 4) measure assessment ratio to indicate under assessment or over assessment; 5) indicate regressivity or progressivity is exist. The research area is Chinnese village in Yogyakarta town, Kecamatan Jetis which represent near area from CBD and Kecamatan Tegalrejo which represent far area from CBD. Sampel is take purposive sampling method. A sample containing information about 1) sale prices on year 2001 from notariat; 2) NJOP is assessed value bom property tax office Yogyakarta. The results show that 1) assessment ratio on both of villages are normal distributioa 2) assessment ratio in Kecamatan Jetis is smaller than Kecamatan Tegalrejo and both of Chinnese villages are inequity; 3) Assessment ratio on both of villages are indicated under assessment; 4) Assessment ratio on both of villages are indicated regresif;

Kata Kunci : Tanah,Assessment Ratio,Perkampungan Cina,Kota Yogyakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.