Evaluasi alokasi komponen belanja rutin dan belanja pembangunan dalam perbandingannya terhadap Repetada Kabupaten Tanah Laut Propinsi Kalimantan Selatan 1994/1995-2000
ZAKARIA, Said, Drs. Harnanto, M.Soc.Sc
2002 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini membahas masalah yang timbul dalam proses perencanaan dan pelaksanaan acggaran daerah, yaitu evaluasi alokasi komponen belanja rutin dan belanja pembangunan dan perbandingannya terhadap rencana pembangunan tahunan daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas alokasi belanja rutin dan alokasi belanja pembangunan serta untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas perencanan pembangunan daerah Kabupaten Tanah Laut dengan periode amatan 1994/1995 sampai dengan 2000 dan menggunakan data sekunder runtut waktu (time series) yang meliputi data realisasi belanja rutin dan realisasi belanja pembangunan serta rencana anggaran belanja pembangunan menurut sektor. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini digunakan alat analisis metode analisis proporsional dan metode analisis kontribusi sektor. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam ha1 proporsi komponen belanja rutin terhadap total belanja rutin, maka proporsi rata-rata pengeluaran miscellaneous terhadap'total belanja rutin adalah 13,61% yang merupakan proporsi terbesar kedua setelah belanja pegawai yang proporsinya rata-rata 65,60%, sedangkan proporsi rata-rata pengeluaran miscellaneous terhadap total belanja rutin non belanja pegawai meningkat tajam menjadi 40,30%, jauh melainpaui proporsi rata-rata untuk proporsi belanja pemeliharan yang hanya mencapai 9,OI %. Kemudian selama Repelitada VI dalam ha1 proporsi rata-rata belanja pembangunan menurut sektor, yaitu sektor aparatur pemerintab proporsi rata-ratanya 14,88%, tertinggi kedua setelah sektor transportasi 30,16% dan berada di atas sektor publik I'ainnya, seperti sektor penaidikan 12,02% serta sektor kesehatan 8,91%. Selama Masa Transisi Otonomi baerah (MTOD) proporsi rata-rata sektor aparatur pemerintah menurun menjadi 8,54% tetapi masih di atas proporsi rata-rata sektor prioritas, seperti: sektor industri 0,44%, sektor pertanian dan kehutanan 5,99% serta sektor perdagangan 4,67%. Hal ini menunjukkan belum efektif dan etisiennya alokasi belanja pembangunan disebabkan tidak konsistennya antara perencanaan dengan pelaksanaan yang tercermin dari prioritas pembangunan ditetapkan pada bidanglsektor ekonomi tetapi alokasi anggaran belanja pembangunan lebih banyak diarahkan ke sektor lain. Perbandingan rata-rata antara realisasi anggaran belanja pembangunan dalam APBD terhadap rencana anggaran belanja pembangunan dalam Repetada, baik dikaji melalui periode tahunan rata-rata 84,63%, Repelitada VI rata-rata 89,20% maupun MTOD rata-rata 73,20%, menghasilkan nilai rata-rata realiszsi yang under planning, yang berarti kemampuan pembiayaan pembangunan di Kabupaten Tanah Laut belutn mencukupi untuk mendukung setiap program/proyek yang diusulkan.
This research is to discuss the problem which occur in the process of planning and implementation of regional budget, that is evaluation on allocation of recurrent expenditure ccmponen and capital expenditure and its comparison on annual plan of regional development. The aim of this research is to find out the efficiency rate and the effectivity of recurrent expenditure allocation and capital expenditure allocation and to find out the efficiency rate and effectivity of regional development plan on Tanah Laut Regency with observed periode on 1994/1995 to 2000 and using time series secondary data including routine budget realization data and realization of development budget and development budget plan by sectors. qnalyzing the data in this research is using analysis tools of proportional analysis method and analysis methode of sector contribution. The result of this research shows that in the proportion of recurrent expenditure componen with total recurrent expenditure, then the average proportion of miscellaneous expenses with total recurrent expenditure is 13.61% that is the second of the biggest after official budget which the average proportion is 65.69%, whereas the average proportion of miscellaneous expenses with the total recurrent expenditure of non official expenditure increase hard become 40.30%, passing over the average proportion to proprotion of maintenancq budget which just 9.01 %. Afterwards, over Repelitada VI the average progartion capital expenditure by sectors, that government apparatus sector average proportion is 14.88%, second highest after transportation sector as much 30.1,6% and it is above other sectors, such as education sector 12.02% and health sector 8.91%. During Local Autonomy Transition Period (MTOD) the average proportion of government apparatus fall down to 8.54% but still above the average proportion of priority sectors, such as: industry sector 0.44%, qriculture and forestry sector 5.99% and commerce sector 4.67%. Its indicate ineffective and inefficiency on capital expenditure allocation which cause by inconsistency between planning with implementation that reflected on development priority decided to economics sector otherwise development budget allocation much more aimed to other sector. Average comparison between realization of development budget in APBD with development budget plan in Repetada, both studied through annual periode on the average of 84.63%, Repelitada VI on the average of 89.20% even MTOD on the average of 73,20%, resulting average value which still under plarlning, its mean that the performance of develeopment expense in Tanah Laut Regency not adequate to support each program/project that have proposed
Kata Kunci : Anggaran,Belanja Rutin dan Pembangunan,Kabupaten Tanah Laut,Propinsi Kalimantan Selatan