MAKNA PERNIKAHAN BAGI PEREMPUAN YANG MENIKAH DINI DI KECAMATAN PANGGANG, KABUPATEN GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA
ISRAN KAMAL, Prof. Drs., Koentjoro MBSc., Ph.D.
2015 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPernikahan dini telah menjadi suatu fenomena di tengah masyarakat pedesaan, khususnya masyarakat pedesaan Kabupaten Gunung Kidul. Remaja-remaja perempuan yang berusia dibawah 20 tahun cenderung memilih untuk menikah, atas dasar keinginan sendiri maupun dari desakan keluarga tanpa mengetahui risiko dari suatu pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat desa Panggang mengenai pernikahan dini serta memahami makna pernikahan dari sudut pandang subjek. Subjek penelitian ini sebanyak 3 perempuan yang menikah di usia dini. Pertanyaan penelitian ini meliputi : Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini dan apakah makna pernikahan bagi perempuan yang menikah dini? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan empirical phenomenolgical research untuk mengetahui makna pernikahan bagi perempuan yang menikah di usia dini, pendekatan ini dipilih agar dapat lebih memahami informasi yang didapatkan di lapangan. Data didapatkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi langsung di lapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa makna pernikahan bervariasi tergantung dari bagaimana mereka memandang makna pernikahan masing-masing.
Early marriage has become a phenomenon in rural communities, especially rural communities around Gunung Kidul. Female adolescents under the age of 20 years tend to choose to marry, on the basis of their own desires or from families decision without knowing the risk of an early marriage. This study aims to provide information to Panggang villagers about early marriage and to understanding the value of marriage through their perspective. The subject of this study were 3 women who married at an early age. This research has two question research, that is : What kind of factors that causing early marriages to happen and how the subjects perceived their value of marriage. This research used qualitative method, with empirical phenomenological research approach. This approach is chosen in order to better understand the information obtained in the field. Data obtained through Semi-structured interview and direct observation in the field. The results of this study indicate that value of marriages is vary depend on individual perspectives and how they perceived their value of marriages.
Kata Kunci : Pernikahan Dini, Remaja, Makna Pernikahan