HUBUNGAN ANTARA KOPING RELIGIUS-ISLAMI DAN STRESS-RELATED GROWTH PADA SANTRI PONDOK PESANTREN
NISRINA NAFI`AH, Drs. Subandi, M.A., Ph.D.
2015 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIStres merupakan hal yang sangat lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa orang menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang negatif, namun bagi beberapa yang lain, sebaliknya, menganggap hal tersebut adalah kesempatan untuk tumbuh ke arah yang lebih positif atau dikenal dengan istilah Stress-Related Growth (SRG). SRG diakibatkan dari peristiwa sehari-hari dalam kehidupan, maka dari itu SRG dapat terjadi pada siapa saja, termasuk pada kalangan santri pondok pesantren. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi SRG adalah strategi koping yang digunakan, salah satunya yaitu koping religius-islami. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara koping religius-islami dan SRG pada santri di beberapa pondok pesantren di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini melibatkan 365 orang santri, baik laki-laki maupun perempuan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Stress-Related Growth dan Skala Koping-Religius-Islami. Selain itu wawancara juga dilakukan untuk mendalami aspekaspek kedua variabel tersebut. Analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi Product Moment dari Pearson. Dari analisis tersebut, penelitian ini menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara koping religius-islami dan SRG, dengan r = 0,710 pada taraf signifikansi p < 0,01. Sumbangan efektif yang diberikan koping religius-islami pada SRG yaitu sebesar 50,4%.
Stressful life experiences are not uncommon in everyday life. Some might perceive them as negative disturbance, however some might accept them as opportunities to grow positively or known as Stress-Related Growth (SRG). SRG is caused by stressful experiences in everyday life, that is why SRG may happen to anyone, including students from islamic boarding school (pondok pesantren), usually called santri. One of the factors that can affect SRG is coping strategies that were used, one of them is islamic-religious coping. The purpose of this study is to examine the correlation within islamic-religious coping and SRG among santri from pondok pesantren in Special Region of Yogyakarta, Indonesia. The study consisted of 356 participants, including male and female. Instruments that were used in this study are Stress-Related Growth Scale and Islamic-Religious Coping Scale. In-depth interview was also conducted to gain more information about both variables aspects. Data were analyzed by Pearson Product Moment Correlation. This study showed result that there is a positive and significant relationship between islamic-religious coping and SRG (r = 0,710, p < 0,01). Islamic-religious coping contributed 50,4% to SRG.
Kata Kunci : Stress-Related Growth, islamic-religious coping, koping religius-islami, santri