STUDI HISTOPATOLOGI LIMFA, HATI DAN PARU-PARU MENCIT TOKSOPLASMOSIS YANG DITERAPI DENGAN AQUAPRIM DAN SPIRAMISIN
ZULVIA YOLANDA, Dr. drh. Dwi Priyowidodo, MP
2015 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANToksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasite Toxoplasma gondii dan menginfeksi lebih dari sepertiga populasi dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Aquaprim dan Spiramisin terhadap gambaran histopatologi limpa, hati dan paru-parumencit yang diinfeksi takizoit T. gondii. Peneitian ini menggunakan 20 ekor mencit jantan yang berumur 2 bulan dan berat badan rata-rata 25 gram. Mencit dibagi menjadi 4 kelompok, kelompok I (kontrol tanpa infeksi) 3 ekor, kelompok II (kontrol infeksi takizoit T. gondii) sebanyak 5 ekor, kelompok III (diinfeksi takizoit dan diberikan aquaprim) sebanyak 6 ekor, kelompok IV (diinfeksi takizoit dan diberikan spiramisin) sebanyak 6 ekor. Infeksi takizoit T. gondii 1x103diberikan secara intraperitoneal pada hari ke-1. Pengobatan mencit dilakukan pada hari ke-3 dengan Aquaprim sebanyak 0,01 ml/hari/ekor (dosis trimethoprim: 200 mg/kgBB ; sulfadiazine 1000mg/kgBB) dan Spiramisin sebanyak 0,5 ml/hari/ekor (dosis 10mg/kgBB). Pengambilan organ limfa, hati dan paru-paru dilakukan saat nekropsi setelah mencit mati. Pembuatan preparat histologi dilaksanakan di laboratorium patologi Fakultas Kedokteran dan pemeriksaan histologi dilakukan di Laboratorium Patologi Umum Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mencit yang diberi pengobatan Aquaprim mampu mengurangi nekrosis limpa, hati dan paru-paru, kematian terjadi pada hari ke 20 dan 21. Mencit dengan pengobatan spiramisin mengalami kematian pada hari ke 2, 3, 6 dan 7 serta dengan pemeriksaan histologi seluruh organ mengalami nekrosis. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengobatan menggunakan Aquaprim sudah efektif untuk digunakan, namun pengobatan menggunakan spiramisin belum efektif.
Toxoplasmosis is a disease caused by protozoa Toxoplasma gondii and infecting one third of the world population. The study aimed to determine the effect of Aquaprim and Spiramycin injection give any effect toward the histopatology of spleen, liver, and lungs. The study used 20 male mice were 2 month old and weight about 25-30 grams. Mice were devided into 4 groups, group I (control without injection) 3 mice, group II (control infection by takizoit T. gondii) 5 mice, group III (infected with takizoit T. gondiiandtreated with Aquaprim) 6 mice, and group IV (infected with takizoit T.gondiiand treated with spiramicyn) 6 mice. The mice infected by T. gondiitakizoit 1x103intraperitoneally at day 1. Treatment of mice performed on day 2 with 0,01 ml/day/head Aquaprimor trimethoprim dosage 200mg/kgBB ; sulfadiazine 1000 mg/kgBB), and 0,5 ml/day/head Spiramycin or 10 mg/kg body weight. Spleen, liver, and lungs organ taken at necropsy after the mice died. The making of histology preparate are conducted by the Pathology Laboratory, Medical Faculty, Gadjah Mada University and the histology examination performedby the Laboratory of General Patology, Veterinary Medicine Faculty, Gadjah Mada University. The result show that the mice treated by Aquaprim can decrease necrosis in spleen, liver, and lungs, deaths occurred on day 20 and 21. Mice which treated by Spiramycin died on day 2, 3, 6, and 7 and causing necrosis in all organs. According to the study, it can be conclude that use of Aquaprim is effectively used, but the treated by Spiramycin ineffective.
Kata Kunci : Toksoplasmosis, histologi, Aquaprim, Spiramisin.