Laporkan Masalah

Potensi penerimaan retribusi pasar terhadap pendapatan asli daerah di kota Depok

IMADUDDIN, Dudi Miraz, Drs. Ari Sudarman, MEc

2002 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Berdasarkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) terdiri dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Dari ke-empat komponen Pendapatan Asli Daerah tersebut temyata komponen retribusi daerah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (P.4D) di Kota Depok. Retribusi pasar merupakan salah satu jenis pungutan retribusi yang potensial untuk dikembangkan dan cukup besar tingkat Korilribusinya terhadap retribusi daerah di Kota D5puk tatiun anggaran 1999/2000-2001 dibandingkan dengan pungutan retribusi lainnya. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Depok dengan tujuan utama adalah untuk mengetahui tingkat pertumbuhan retribusi daerah dan retribusi pasar, kontribusi atau peranan retribusi pasar terhadap pendapatan ash daerah (PAD), efektivitas dan efisiensi penerimaan retribusi pasar serta potensi penerimaan retribusi pasar yang sebenamya. Alat analisis yang dgunakan adalah pertumbuhan, kontribusi, efektivitas dan efisiensi Serta potensi. Data yang digunakan adalah data sekunder periode waktu tahun anggaran 1999/20OO-2001 yang diperoleh dari Dinas Pendapatan Daerah Kota Depok, Dinas Pengelola .Paw dan Bagian Keuangan Setda Kota Depok. Selain data sekunder tersebut juga digunakan data primer yang diperdeh melab Dinas Pengelola Pasar Kota Depok dan Para Keipala Pasar. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwq selama tahun anggaran 1999/2OOO-2OO1 memiliki tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun untuk retribusi daerah sebesar 64,59 persen, retribusi pasar sebesar 77,7 persen, kontribusi retribusi pasar terhadap PAD mampu menyumbang sebesar 1,24 persen. Tingkat efektivitas pemungutan retribusi pasar adalah termasuk kurang efektif yaitu sebesar 65,72 persen lebih efektif dari beberapa kota di Indonesia seperti Samarinda, Kendari, Semarang dan Sidrap yaitu masingmasing dengan tingkat efektivitas sebesar 74,48 persen, 84,ll persen, 86,11 persen dan 86,79 persen sedangkan tingkat efisiensi yaitu rata-rata sebesar 46,57 persen dan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi dari tahun ke tahun. Selanjutnya besamya potensi yang sebenamya berdasarkan penghitungan untuk tahun 2002 adalah sebesar Rp577.425.500,-

According to Undang-Undang Number 25 the year 1999 about Financial Balancing between Central Government and Regional Government it‘s said that Regional Original Income (PAD) consist of regional tax income, regional retribution income, regional-owned companies income and regional assets management income separated and other valid regional original income. Of these four Re@onal Original Income, it’s shown that regional retribution component has a significant contribution to the Regional Original Income (PAD) of Depok city. Market retribution is one kind of potential market retribution income to develop and this has great coptribution to the regional c;onlribulion iri the city in fiscal year ?93312030 - 20001 compared to ancther retribution income. This research is done in Depok City, which main purpose is to analyze the growth level of regional retribution and market retribution, the contribution or role of market retribution to the Regional Original Income (PAD), effectiveness and efficiency of income in market retribution, and the potency of the real market retribution income. The data used was secondary data in the time period of fiscal year 1999/2000 - 2001 and was obtained from Regional Income Institution of Depok City, Market Management Institution, and Financial Section of Setda in Depok City. Primary data was also used and was obtained from Market Management Institution and Market Chief. From the analysis, it can be concluded that during the fiscal year 1999/2000 - 2001, the average growth level of regional retribution is 64.59 percent; market retribution is 77.7 percent; the contribution of market retribution to the PAD is 1.24 percent. The effectiveness of market retribution income of 65.72 percent is less effective but it’s more effective compared to some other cities in Indonesia such as Samarinda, Kendari, Semarang and Sidrap which effectiveness level are 74.48 percent, 84.1 1 percent, 86.1 1 percent, and 86.79 percent respectively. Its efficiency level is 46.57 percent in average and it shows an improved efficiency from year to year. The real potential according to the calculation in the year 2002 is Rp 577,425,500.

Kata Kunci : Retribusi Pasar,PAD,Kota Depok


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.