ANALISIS PENYERAPAN ANGGARAN BELANJA DAERAH DI KABUPATEN BULUNGAN
M. ARSYAD RIDANI, Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc, Sc.
2015 | Tesis | S2 Ekonomika PembangunanPenyerapan anggaran belanja daerah yang rendah mengindikasikan tidak optimalnya penggunaan sumber daya untuk menghasilkan kegiatan yang menjadi stimulus perekonomian daerah. Rata-rata penyerapan belanja Pemerintah Kabupaten Bulungan pada Tahun 2009-2013 sebesar 62,91 persen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penyerapan anggaran belanja daerah di Kabupaten Bulungan. Metoda penelitian yang digunakan adalah metoda kuantitatif dengan analisis faktor eksploratif (Exploratory Factor Analysis-EFA) dan metode kualitatif dengan analisis deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan menggunakan teknik purposive sampling dan wawancara tak berstruktur kepada responden eksekutif dan non eksekutif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyerapan anggaran belanja dipengaruhi oleh tujuh faktor yaitu pelaksanaan anggaran dan kemampuan kontraktor, penganggaran, komitmen organisasi, pengendalian dan pengawasan internal, kompetensi sumber daya manusia pengadaan barang/jasa, kompetensi sumber daya manusia pengelolaan keuangan, dan regulasi. Ketujuh faktor tersebut mampu menjelaskan variasi seluruh item yang ada sebesar 61,506 persen, sedangkan sisanya sebesar 38,494 persen dijelaskan oleh faktor lainnya diluar dari ketujuh faktor tersebut.
Budget absorption low areas indicate not optimal use of resources to generate activities that become a stimulus to the economy of the region. The average absorption Bulungan government expenditure in 2009-2013 amounted to 62.91 percent. This research aim to identify and analyze the factors that affect the absorption of local budget in the Bulungan Regency. The method used in this research is quantitative method with exploratory factor analysis and qualitative methods with qualitative descriptive analysis. Data were collected through questionnaires using purposive sampling technique and unstructured interviews to the respondent executives and non-executives. The results showed that the absorption of the budget is affected by seven factors: budget execution and the ability of contractor, budgeting, organizational commitment, internal control and supervision, competence of human resources procurement of goods/services, competence of human resources financial management, and regulation. These seven factors can explain the variation of all the items of 61.506 percent, while the remaining 38.494 percent is explained by other factors outside of the seven factors. Keywords: Budget absorption, budget cycle, organizational commitment, human resource competencies.
Kata Kunci : Penyerapan anggaran belanja, siklus anggaran, komitmen organisasi, kompetensi sumber daya manusia.