Laporkan Masalah

Variabel yang mempengaruhi penerimaan pendapatan asli daerah di Propinsi Kalimantan Barat

HISAMUDIN, Drs. Abdul Halim, MBA.,Akt

2002 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Tujuan penelitian hi untuk mengetahui apakah PDRB per kapita, jumlah kendaraan bermotor, infiasi dan kebijakan Undang-undang nomor 18 tahun 1997 berpengaruh terhadap penerimaan pendapatan asli daerah (PAD). Dalam penelitian ini digunakan data time series dari tahun 1979 sampai dengan2000. Hasil analisis regresi menggunakan Ordinary Least Square (OLS), dan telah di uji secara teori dan statistik, mengindikasikan bahwa terdapat kolleniaritas antara PDRB per capita dengan jumlah kendaraan bermotor, atau di dalam model ditemukan multikoleniaritas, oleh karena itu variabel jumlah kendaraan bermotor dikeluarkan dari model yang diregresi. Hasil regresi kedua tanpa variabel jumlah kendaraan bermotor menunju kkan bahwa dari tiga variabel bebas (PDRB per kapita, inflasi dan Undang-undang nomor 18 tahun 1997) hanya dua variabel yang signifikan mempengaruhi variabel dependen (PAD), yaitu PDRB per kapita dan Undang-undang nomor 18 tahun 1997. Koefisien determinasi yang dihasilkan sebesar 97,3%. Analisis hubungan dari masing masing variabei independen dengan variabel dependen. adalah sebagzi berikut: (1) PDRB per kapita berpengaruh positip dan signifikan terhadap pendapatan ash daerah dengan koefisien regresi sebesar 139, (2) inflasi tidak signifikan mempengaruhi PAD dengan koeffisien regresi -1,704, (3) pemberlakuan Undang-undang nomor 18 tahun 1997 berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan asii daerah dengan koefisien regresi sebesar -0.255. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan dalam upaya untuk meningkatkan penerimaan pendapatan) asli daerah di masa yang akan datang agar memperhatikan variabel-variabel tersebut di atas. Terutama dalam menyusun rencana penerimaan pendapatan asli daerah

The aim of the research is to know wether PDRB per capita, the number of motor vehicles, inflation and implementation fiscal policy (UU No.18 Th 1997) had significant influence towards local government own revenue (PAD). In this research, time series data on the periodes of 1979- 2000 were used. The result of the regression anaiysis using the ordinary least square (OLS) method, all of which have been statistically and theoritically tested, indicate that there was a colleniarity between PDRB percapita and the number of motor vehicle, or the model faced multicolleniarity. Therefore the number of motor vehicle variable was dropped from the model. The result of second regression without the number of motor vehicle show that three of independen variables in model, only two of them have significantly effect on the dependen variable (West Kalirnantan’s PAD) they are PDRB per capita and UU no 18 tahun 1997. Koefisien determination level (RZ) from regression is 97,3%. Analysis of the correlation between each of the independen variables and dependent variable. show the following result : (1) the PDSB per capita has a positive and significant effect toward PAD with coeffisien regression 1,59, (2) inflation hasn‘t signifikan effect toward PAD with coeffisien regression -1,704, (3) the fiscal policy implementation (UU No. 18 Th 1997) has a negative and significant effect toward PAD with coeffisien regression -0,225. Based on the result, it is suggestion that in order to improve PAD in the future needs to give more attention for these variables. Especially arranging local revenues.

Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah,Propinsi Kalimantan Barat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.