PERAN HIPERBILIRUBINEMIA TERHADAP KEJADIANGANGGUAN PENDENGARAN SENSORI PADA BAYI
Anggoro Eka Raditya, dr. Kartono Sudarman, Sp.THT-KL(K); dr. Sagung Rai Indrasari, M.Kes, SpTHT-KL(K)
2015 | Tesis | S2 Ilmu Penyakit THTLatar belakang: Gangguan pendengaran pada anak dapat menimbulkan efek yang berkepanjangan pada anak dan keluarganya. Banyak masalah psikososial yang akan dihadapi oleh anak dengan gangguan pendengaran. Hilangnya pendengaran pada anak dapat disebabkan oleh faktor genetik dan non genetik faktor. Berdasarkan Joint Committee on Infant Hearing (JCIH), hiperbilirubinemia merupakan salah satu penyebab hilangnya pendengaran pada anak. Tujuan: Mengetahui peran hiperbilirubinemia terhadap kejadian gangguan pendengaran sensoripada anak. Metode: Rancang penelitian kasus-kontrol. Data diambil dari rekam medis di RS Dr. Sardjito Yogyakarta antara januari 2011 hingga desember 2014. Kriteria inklusi kelompok kasus adalah bayi berusia 0 - 12 bulan, menderita sensory hearing loss. Kelompok kontrol adalah anak dengan pendengaran normal. Kriteria eksklusi kedua kelompok adalah data tidak lengkap, terdeteksi infeksi TORCH, kelainan anatomi, dan trauma saat lahir. Kualitas pendengaran berdasarkan hasil pemeriksaan OAE. Hasil: Didapatkan 35 sampel pada kelompok kasus dan 35 sampel pada kontrol. Pada kelompok kasus didapatkan 16 sampel terdeteksi hiperbilirubinemia, dengan OR 3,69 (CI 95% : 1,37 - 9,93), 16 sampel terdeteksi asfiksia neonatorum dengan OR 1,43 (CI 95% : 0,55 - 3,70),23 sampel terdeteksi adanya sepsis neonatorum dengan OR 1,13 (CI 95% : 0,43 - 3,01), 29 sampel lahir prematur dengan OR 5,12 (CI 95% : 1,70 - 15,39), 9 sampel lahir dengan berat badan lahir sangat rendah dengan OR 9,00 (CI 95% : 1,14 - 71,04), 23 sampel dengan berat badan lahir rendah dengan OR 1,70 (CI 95% : 0,38 - 7,56). Setelah dilakukan analisis multivariat didapatkan hiperbilirubinemia dan prematuritas merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian sensory hearing loss pada bayi. Hiperbilirubinemia dengan OR 3,68 (CI 95% : 1,19 - 11,29), dan prematuritas dengan OR 4,15 (CI 95% : 1,02 - 16,83). Hiperbilirubinemia dan prematuritas dianalisis dan didapatkan prematuritas merupakan faktor risiko kejadian hiperbilirubinemia dengan OR 3,16 (CI 95% : 1,10 - 9,07) Kesimpulan: Bayi dengan hiperbilirubinemia mempunyai risiko 3 kali lebih tinggi terjadi gangguan pendengaran sensori (SHL) dibandingkan anak dengan kadar bilirubin normal.
Background: Hearing loss in childhood has lifelong consequences for children and their families. There is a high prevalence of psychosocial problems among children with hearing loss. Hearing loss in children is caused by genetic factor and non genetic factor. Based on Joint Committee on Infant Hearing (JCIH), hyperbilirubinemia is a risk factor of sensory hearing loss. Objective: Determine the role of hyperbilirubinemia in infant sensory hearing loss Study design: Case control study. Data were taken from medical record from January 2011 until Desember 2014 in Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta. Inclusion criterion of cases group were infant 0 - 12 month old which is suffer sensory hearing loss. Control group were children with normal hearing. Exclusion criterion for both group were incomplete data, suffer TORCH infection. Hearing acuity examination based on BERA result. Result: There were 35 samples in case group and 35 samples in control group. In cases group there were 22 samples positive hyperbilirubinemia, with OR 3,69 (CI 95% : 1,37 - 9,93), 16 samples were born with asfiksia neonatorum with OR 1,43 (CI 95% : 0,55 - 3,70), 23 samples positive sepsis neonatorum with OR 1,13 (CI 95% : 0,43 - 3,01), 29 samples were born premature with OR 5,12 (CI 95% : 1,70 -15,39), 9 samples were born with very low birth weight, OR 9,00 (CI 95% : 1,14 - 71,04), 23 samples with low birth weight, OR 1,70 (CI 95% : 0,38 - 7,56). After multivariate analysis, found that hyperbilirubinemia and prematurity were significant risk factor of sensory hearing loss in infant. Hyperbilirubinemia with OR 3,68 (CI 95% : 1,19 - 11,29), and prematurity with OR 4,15 (CI 95% : 1,02 - 16,83). Hyperbilirubinemia and prematurity were analyse and found that prematurity also a risk factor of Hyperbilirubinemia with OR 3,16 (CI 95% : 1,10 - 9,07) Conclusion: The conclusion of this study is infant with hyperbilirubinemia has 3 times higher possibility suffer sensory hearing loss than infant with normal bilirubin.
Kata Kunci : Hyperbilirubinemia, Perinatal factor, Infant, Sensory Hearing loss