PERAN PERSEPSI DUKUNGAN SOSIAL DAN RELIGIUSITAS TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PASIEN PARAPLEGIA
ANDEWI CAHAYA KHAERANI, Prof. Dr. M. Noor Rochman Hadjam, SU
2015 | Tesis | S2 PsikologiSebuah kasus menjadi paraplegia akibat kecelakaan tragis misalnya, tidak mudah bagi seseorang untuk menerima secara langsung kondisinya yang mengalami perubahan. Selain efek fisik pasien paraplegia juga mengalami efek psikis yang akan timbul pada diri pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran persepsi dukungan sosial dan religiusitas terhadap kesejahteraan psikologis pada pasien paraplegia. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dan analisis deskriptif digunakan sebagai metode pendukung metode kuantitatif. Subjek penelitian adalah pasien paraplegia berdasarkan hasil rekam medis dokter (N= 8; laki-laki= 7; perempuan= 1), berusia 20-60 tahun, dan beragama Islam. Instrument penelitian yang digunakan adalah skala, observasi, dan wawancara. Analisis Spearmen rho digunakan untuk menganalisis data kuantitatif. Metode wawancara dan observasi digunakan untuk menganalisis data deskriptif. Analisis data kuantitatif digunakan untuk menguji hubungan persepsi dukungan sosial dan religusitas terhadap kesejahteraan psikologis pasien paraplegia. Hasil penelitian menunjukkan secara kuantitatif tidak ada hubungan secara signifikan. Sedangkan hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa faktor dukungan sosial dan religiusitas berperan positif terhadap kesejahteraan psikologis pasien paraplegia
Paraplegic case caused by accident is different to congenital paraplegia. In addition to the physical consequences, paraplegia patients also suffer from psychological impact due to the need to adjust their life after suffering from paraplegia. This research was aimed for discover the roles of social support perception and religiosity in paraplegia patients psychological well-being. Methods were used in the research, in which quantitative and descriptif analyze were used to support the quantitative methods. The subjects were 8 paraplegia patients (7 males, 1 female), aged between 20-60 years old, and they were all Islam. Spearmen rho was used to analyze the quantitative data, while interview and observation were used in the decriptif analyze. The results show that there were no significant influences of both social support perception and religiosity in paraplegia patients psychological well-being. However, the descriptif analyze show that social supports had positive roles in patients psychological well-being, especially marriage, religion, and age factors
Kata Kunci : Persepsi dukungan sosial, religiusitas, kesejahteraan psikologis