RANCANGAN NORTH CAROLINA I + S1 UNTUK MENDUGA ADANYA ELITE INBREDS PADA POPULASI JAGUNG DALAM KESEIMBANGAN
IR. HAMIRUL HADINI, M.P., Dr.Ir. Taryono, M.Sc.; Dr.Ir. Nasrullah, M.Sc.; Dr. Panjisakti Basunanda,S.P.,M.P.
2015 | Disertasi | S3 Ilmu Pemuliaan TanamanBanyak populasi jagung dalam keseimbangan Hardy-Weinberg yang secara alami terbentuk dan merupakan sumber gen potensial untuk perakitan varietas hibrida atau bersari bebas. Dalam program hibrida, perlu ekstraksi inbred dari populasi sebelum diuji dalam persilangan. Proses pembuatan inbred membu-tuhkan waktu lama sehingga diperlukan parameter untuk menilai kelayakan melakukannya. Ada dua parameter yang digunakan untuk mengetahui adanya elite inbreds dalam populasi, yaitu heterosis (H*) dan ragam dominan populasi ( ). Parameter tersebut dapat diduga melalui dua generasi menyerbuk sendiri. Pada penelitian ini ditunjukkan bahwa kedua parameter tersebut dapat juga diduga melalui rancangan persilangan NC1 yang disertai dengan sekali silang diri pada tanaman jantannya. Sejumlah 80 keturunan saudara tiri dan hasil penyerbukan sendiri tanaman jantannya diuji di Kebun Percobaan Faperta UGM Banguntapan dengan rancangan acak kelompok lengkap yang diulang tiga kali. Analisis ragam dan pendugaan parameter genetik sesuai rancangan persilangan NC1 dan S1 digunakan untuk analisis data panjang tongkol, diameter tongkol, dan berat biji/tongkol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) parameter H* dan dapat diduga lebih awal melalui gabungan rancangan persilangan NC1 dan sekali silang diri pada pejantannya, (ii) panjang tongkol populasi keseimbangan yang diguna-kan menunjukkan ragam aditif lebih besar dari ragam dominan, sebaliknya untuk diameter tongkol dan berat biji/tongkol, sedangkan pada populasi inbred yang diturunkannya, ragam dominan lebih berperan terhadap panjang tongkol, diameter tongkol, dan berat biji/tongkol daripada ragam aditif, (iii) berdasarkan nilai dan semua sifat yang diamati menunjukkan bahwa ada elite inbreds dalam populasi keseimbangan yang digunakan, dan (iv) tetapi berdasarkan panjang tongkol, populasi jagung yang digunakan dapat dikembangkan melalui perbaikan dalam populasi karena nilai nya lebih besar daripada nilai dan nya.
There are abundant maize populations in Hardy-Weinberg equilibrium, which can be used as potential gene sources to develop both a hybrid or an open pollinated variety. In a hybrid program, inbred are exracted from base population prior their evaluation in crossing. As inbred extraction takes time, it is of considerable interest if there is information of whether extraction will be of any value. Two new parameters, similar to those in line crosses, namely heterosis (H*) and dominance variance ( ) had been proposed. The parameters estimation requires two selfing generations S1 and S2. On this study, it show that these parameters can be estimated using S1 generation augmented to NC1 mating design. Eighty half-sib families and their corresponding S1 families were evalu-ated at Agricultural Station of Agriculture Faculty of Gadjah Mada University from 2011 to 2012 in randomized complete block design with three replications. The data were subjected to analysis of variance and genetic variance were estimated from variance components. Based on the results obtained, it can be concluded that (i) the parameters of and can be estimated in shorter generation using S1 generation augmen-ted to NC1 mating design, (ii) the additive variances of ear length of the equilibrium population of maize used are greater than the dominance variance counterpart, in contrary to the ear diameter and weight of kernel/ear, whereas in inbred population derived from the equilibrium population, dominance variances of all variable were greater than additive variance, (iii) based on and for all traits consider, the equilibrium population of maize contains elite inbreds, and (iv) however for ear lenght, the maize population may be improved through intra-population improvement, its is greater than either and .
Kata Kunci : Jagung, keseimbangan Hardy Weinberg, ragam genetik, elite inbreds, heterosis.