RELASI ANTARA KEBUDAYAAN MASYARAKAT DESA GIRING DENGAN INTERAKSI MASYARAKAT TERHADAP SUMBERDAYA HUTAN
MUHAMMAD ARIF BUDI UTOMO, Bowo Dwi Siswoko, S. Hut., M.A
2015 | Skripsi | S1 KEHUTANANMasyarakat Desa Giring merupakan masyarakat yang masih sangat kuat memiliki serta menjunjung kebudayaan lokalnya, khususnya dalam interaksi mereka terhadap sumberdaya hutan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana bentuk kebudayaan, interaksi, serta relasi antara kebudayaan yang ada di Desa Giring, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, dengan interaksi masyarakat terhadap sumberdaya hutan yang berada di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam (deep interview) terhadap pemegang informasi ( informan ) dengan acuan interview guide. Penentuan informan dilakukan dengan metode snowball sampling, didahului wawancara terhadap pemegang informasi kunci (key informan) yang mengetahui seluk beluk kebudayaan yang ada serta interaksi masyarakat terhadap sumberdaya hutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebudayaan di Desa Giring berdasar indikator culture universal diantaranya bahasa menggunakan bahasa jawa, sistem pengetahuan diadopsi dari pendidikan formal, media cetak dan elektronik serta pengalaman hidup. Sistem organisasi berdasar kekerabatan dan kesatuan hidup, sedangkan mata pencaharian didominasi petani. Sistem peralatan masih mempertahankan alat tradisional. Sistem religi dan kesenian merupakan akulturasi budaya jawa dengan Islam dan Hindhu. Interaksi masyarakat dengan sumberdaya hutan berupa perburuan, wisata alam dan religi, pengambilan kayu bakar dan HPT, serta penebangan. Relasi antara kebudayaan dengan interaksi masyarakat terhadap sumberdaya hutan diantaranya kesakralan makam Gunung Bagus di RPH Giring berpengaruh terhadap intensitas dan perilaku masyarakat yang berkunjung serta melakukan kegiatan di dalam hutan, rumah dan peralatan rumah yang didominasi oleh bahan kayu membuat intensitas penebangan menjadi tinggi, serta terbentuknya kelompok tani hutan membuka akses interaksi masyarakat terhadap hutan khususnya hutan negara, terutama dalam hal pemanfaatan jasa lingkungan
The society of Giring village have an indigenous culture in which they respect the most, especially in their interaction with forest resources. This research aimed to explain how the cultural form is, the interactions, also the relation of the culture of Giring village, Paliyan sub-district, Gunung Kidul region, with local societys interaction to the community forest resources around. This research used case study method with qualitative approaches. Data collection is done by using a deep interviews with the key person according to an interview guide. Informant choosing is based on snowball sampling method, started by an interview with the key person who knows the culture and the society interaction towards forest resources in detail. The results of this research shows that Giring villages culture based on universal culture indicators are used Javanese language, knowledge systems which adopted from formal education, printed and electronic media also life experiences. Organizational system based on kinship and life united, while occupation dominated by farming. Life tools system sticks on traditional equipment. Religious system and arts are the acculturation Javanese culture with moeslem and Hinduism. The society interaction towards forest resource are hunting, nature and religious tourism, taking HPT and wood bricket, also logging. The relationship between culture and society interaction to forest resource such as the sacredness of the tomb of Gunung Bagus graveyard in RPH Giring influences to the intensity and societys behavior who visit and doing activities in the forest, houses and home appliances that are dominated by wood product that increased the intensity level of forest cutting, also the forming of farmer groups forest opens the access societys interaction towards forest especially state forest, particularly on the use of environmental services right.
Kata Kunci : kebudayaan, interaksi, masyarakat, sumberdaya hutan