PELATIHAN KEBERSYUKURAN UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PERKAWINAN PADA ISTRI
DARA MAULINA, Prof. Kwartarini W.Y., M.Med.Sc.,Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Psikologi ProfesiKepuasan perkawinan merupakan faktor penentu dalam kebahagiaan dan keutuhan rumah tangga. Penurunan kepuasan dalam perkawinan dapat menentukan kesehatan psikologis dan mempengaruhi usia hubungan perkawinan. Fakta menunjukkan bahwa pasca tsunami fenomena perceraian di Kota Banda Aceh semakin meningkat dengan tingginya persentase gugatan cerai yang dilayangkan istri terhadap suami. Ketidakharmonisan dalam rumah tangga menjadi faktor penyebab tertinggi perceraian. Bersyukur merupakan salah satu bentuk pengekspresian emosi positif yang memiliki pengaruh dalam kepuasan individu. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kepuasan perkawinan melalui Pelatihan Kebersyukuran. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan rancangan untreated control group design with pretest and posttest terhadap lima orang istri di Kota Banda Aceh. Pengukuran kepuasan perkawinan menggunakan Skala ENRICH Marital Satisfaction. Analisa kuantitatif menggunakan Uji Mann-Whitney, sedangkan analisis kualitatif dilakukan dengan menganalisis setiap sesi pertemuan pelatihan melalui hasil catatan lapangan, proses sharing pengalaman, pengisian tugas pada Buku Jurnal Kebersyukuran, dan lembar evaluasi pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelatihan Kebersyukuran tidak dapat meningkatkan kepuasan perkawinan.
Marital satisfaction is a determinant factor in happiness and domestic unity. The decrease of satisfaction in marriage can determine psychological health and affects the age of marital relationship. Facts suggests that after tsunami divorce suit percentage filed by wife to husband. The disharmony in domestic is the highest causative factor of divorce. Gratitude is one form of positive emotion expression that has influence in individual satisfaction. The aim of this research is to improve marital satisfaction through Gratitude Training. This research used quasi experiment with untreated control group design with pretest and posttest of five wives in Banda Aceh. Measurement of marital satisfaction was conducted by using ENRICH Marital Satisfaction Scale. Quantitative analysis was conducted by using Mann-Whitney Test, while qualitative analysis was carried out by analyzing every session in the meeting from field note result, experience sharing process, task filling on Gratitude Journal Book, and training evaluation sheet. Research result suggested that Gratitude Training could not improve Marital Satisfaction.
Kata Kunci : Marriage, Marital Satisfaction, Gratitude, Perkawinan, Kepuasan Perkawinan, Kebersyukuran.