Laporkan Masalah

Penentuan Genesis dan Karakteristik Mineral Lempung Untuk Bahan Baku Industri Gerabah Di Daerah Godean dan Seyegan Kabupaten Sleman dan Girimulyo Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta Sebagai Pengganti Bahan Baku Industri Gerabah Kasongan

TRI WINARNO, Dr. Agung Harijoko, S.T., M.Eng.; Dr. I Wayan Warmada

2015 | Tesis | S2 Teknik Geologi

SARI Kasongan adalah salah satu sentra industri keramik dan gerabah di Yogyakarta yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Pada saat ini industri keramik dan gerabah Kasongan mengalami kesulitan bahan baku lempung dikarenakan cadangan lempung di Desa Bangunjiwo yang selama ini digunakan semakin berkurang jumlahnya. Berdasarkan studi pustaka diketahui bahwa di Gunung Ngampon (Seyegan), Bukit Godean dan Pendoworejo (Kulon Progo) terdapat cadangan lempung, sehingga perlu diteliti apakah bisa digunakan sebagai bahan baku dalam industri keramik dan gerabah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pemetaan geologi permukaan untuk mengetahui sebaran litologi dan lempung yang berguna untuk menentukan genesis lempung tersebut. Metode analisis laboratorium yang dilakukan adalah analisis mineralogi (petrografi dan XRD), analisis fisik (tingkat kecerahan dan ukuran butir), analisis kimia (XRF) dan pengujian lempung untuk dibuat gerabah dan dibakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lempung di Bangunjiwo dan di Gunung Ngampon (Seyegan), Bukit Godean dan Pendoworejo (Kulon Progo) berasal dari batuan vulkanik Formasi Andesit Tua. Lempung di Bangunjiwo dan Pendoworejo merupakan pelapukan dari breksi andesit, sedangkan lempung di Gunung Ngampon dan Bukit Godean berasal dari pelapukan andesit. Genesis lempung dari semua daerah tersebut adalah berasal dari proses pelapukan. Mineral lempung penyusun lempung Bangunjiwo adalah kaolinit dan haloisit, sedangkan di Gunung Ngampon tersusun atas kaolinit dan smektit, di Bukit Godean terususun atas kaolinit, haloisit dan smektit dan di Pendoworejo tersusun atas kaolinit dan smektit. Berdasarkan uji karakteristik yang disyaratkan dalam indusri keramik dan gerabah meliputi karakteristik kimia dan fisik, lempung Bangunjiwo, Gunung Ngampon, Bukit Godean dan Pendoworejo tidak ada yang memenuhi semua persyaratan standar dari Departemen Perindustrian. Berdasarkan uji coba pembuatan gerabah, semua lempung dari lokasi penelitian dapat dibentuk menjadi gerabah dan hasil pembakaran menunjukkan hasil yang baik. Namun lempung yang menghasilkan produk gerabah yang menyerupai lempung Bangunjiwo adalah lempung Pendoworejo, sehingga dapat direkomendasikan sebagai pengganti lempung Bangunjiwo.

ABSTRACT Kasongan is the center of ceramics and pottery industry in Yogyakarta,located in Bangunjiwo village, Kasihan District, Bantul Regency. Nowadays, the ceramics and pottery industry is difficult to find the raw material because of the decrease of the Bangunjiwo clay deposit. Based on literature review, there are some clay deposits found in Gunung Ngampon (Seyegan), Bukit Godean and Pendoworejo (Kulon Progo) which can be observed their characteristics as basic commodity in the ceramics and pottery industry. The methods used in this research is by doing geological mapping to determine the distribution of the lithology and the clay, which can be used to determine the genesis of the clay. The laboratory works include mineralogical analysis (petrography and XRD), physical analysis (brightness and grain size), chemical analysis (XRF) and then making pottery from the clay. The result of the research shows that the clay in Bangunjiwo, Gunung Ngampon (Seyegan), Bukit Godean and Pendoworejo (Kulon Progo) derived from volcanic rocks of Old Andesite Formation. Bangunjiwo and Pendoworejo clay derived from the weathering of andesite breccia, while Gunung Ngampon and Bukit Godean clay from the weathering of andesite. The genesis of the clay from all of those locations are from weathering process. The Bangunjiwo clay consists of kaolinite and halloysite clay minerals, while Gunung Ngampon clay consists of kaolinite and smectite, Bukit Godean clay consists of kaolinite, halloysite and smectite, and Pendoworejo clay consists of kaolinite and smectite. Based on the characteristic examinations required in the ceramics and pottery industry that include chemical and physical analysis,the Bangunjiwo, Gunung Ngampon, Bukit Godean and Pendoworejo clay do not meet all requirements of ceramics and pottery standards from Industrial Department. But when the clays were examined to produce the pottery, they could be shaped into good potteries and when the potteries were burned in the kiln, they showed good result. Among of all those clays, Pendoworejo clay shows the most similar product to Bangunjiwo clay, so it can be recommended to replace the Bangunjiwo clay as the alternative raw material for the Kasongan ceramic and pottery industry.

Kata Kunci : lempung, gerabah, pelapukan