Upaya Peningkatan Kualitas Konsep Diri pada Pasien dengan Gangguan Jiwa Melalui Pelatihan Community Mental Health Nursing (CMHN)dan Penggunaan Pedoman Pengkajian Konsep Diri (PPKD)di Wilayah Puskesmas Bantul Yogyakarta
IBRAHIM RAHMAT, .KP., M.KES, Prof.Dr.dr.H. Soewadi. MPH.,Sp.KJ(K); Prof. dr. Mohammad Hakimi, Sp.OG(K),Ph.D
2015 | Disertasi | S3 Ilmu KedokteranLatar Belakang: Masalah kesehatan jiwa berkaitan dengan jasmani, mental, psikososial dan spiritual baik intrapersonal, interpersonal, maupun sosial, bila memuaskan dikatakan sehat jiwa. Permasalahan kesehatan jiwa dapat disebabkan bencana alam berdampak pada fisik, mental, sosial dan spiritual sehingga mengakibatkan masalah psikososial salah satunya konsep diri. Kebutuhan konsep diri salah satu dari kebutuhan dasar manusia wajib dipenuhi, oleh multi disiplin yaitu dokter, perawat, dan keluarga. Kebanyakan keluarga tidak siap menangani anggota keluarga mengalami gangguan jiwa, maka perlu pengetahuan memadai untuk merawat pasien gangguan jiwa apalagi masih ada stigma negatif dari masyarakat. Pengetahuan tersebut dapat melalui pelatihan Community Mental Health Nursing (CMHN), Cognitive Behavior Therapy (CBT), Pedoman Pengkajian Konsep Diri (PPKD) dan Thought Stopping Therapy (TST), oleh tenaga kesehatan terlatih. Konsep diri dalam kehidupan manusia sangat penting, karena jika permasalahan konsep diri manusia tidak terpenuhi maka dapat menyebabkan disfungsi personal dan bila terpenuhi maka aktualisasi diri dapat tercapai secara optimal. Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian pelatihan Basic Course Community Mental Health Nursing (BC-CMHN) dan Intermediate Course Community Mental Health Nursing (IC-CMHN), PPKD, CBT dan TST dalam meningkatkan kualitas konsep diri pada pasien gangguan jiwa di Wilayah Puskesmas Bantul. Metode: Jenis penelitian kuantitatif quasi experimental dengan pretest - posttest control group design Penelitian ini menggunakan design dari nonequivalent control group design. Hasil: Data responden sebanyak 129 (kelompok intervensi 69 dan kontrol 60)dari 10 puskesmas di Wilayah Kabupaten Bantu, dengan hasil analisis uji beda rerata pretest dan posttest pada konsep diri pasien, baik pada kelompok intervensi maupun kontrol ada perbedaan sangat bermakna (p<0.001), dapat diartikan bahwa ada peningkatan nilai kualitas konsep diri setelah intervensi. Pada kelompok intervensi (p=0.004) dan kelompok kontrol (p = 0.022) artinya peningkatan kualitas konsep diri terjadi pada kedua kelompok, tetapi lebih signifikan pada kelompok intervensi, Kesimpulan: Upaya dengan cara pemberian pelatihan IC-CMHN dan BC-CMHN, PPKD, CBT dan TST efektif untuk meningkatkan kualitas konsep diri pasien gangguan jiwa pada tahap maintenance dan health promotion di wilayah Puskesmas Bantul, sebagai saran untuk semua puskesmas di DIY bahkan seluruh Indonesia agar dapat menerapkan pelatihan yang telah diaplikasikan oleh peneliti
Background: Mental health problem is related to physical, mental, psychosocial, and spiritual factors. It may result from natural disaster that affects physical, mental, social and spiritual aspects causing psychosocial problems one of which is self concept. Self concept as one of human basic needs should be fulfilled through multidisciplinary approach involving physicians, nurses, and families. They should improve their knowledge through training on Community Mental Health Nursing (CMHN), Cognitive Behavior Therapy (CBT), Study Guide on Self Concept and Thought Stopping Therapy (TST), to overcome the problem of self concept of patients with mental disorder. Objective: To identify effectiveness of training on Basic Course Community Mental Health Nursing (BC-CMHN)and Intermediate Course Community Mental Health Nursing (IC-CMHN), Study Guide on Self Concept, CBT and TST in improving quality of self concept of patients with mental disorder. Method: The study was quantitative quasi experimental with pretest - posttest control group design. It used nonequivalent control group design. Result: There were 129 respondents (69 respondents as intervention group and 60 as control group)from 10 health centers in the area of District of Bantul. The result of the study showed there was significant difference (p<0.001) between intervention and control group in the average score of pretest and posttest on self concept. This indicated that there was increase of quality of self concept after intervention. The score was more significant in the intervention group (p=0.004)than in the control group (p = 0.022). Conclusion: Efforts to improve quality of self concept in patients with mental disorder through training on IC-CMHN and BC-CMHN, Study Guide on Self Concept, CBT and TST were effective at maintenance and health promotion phase in the area of Bantul health centers. Therefore, it was recommended that health centers at Yogyakarta Special Territory and throughout Indonesia implement training applied by the researcher.
Kata Kunci : Gangguan Jiwa, Konsep Diri, PPKD, CMHN, CBT & TST