THE UTILIZATION OF INFRASTRUCTURE FOR AGRICULTURAL DEVELOPMENT
HAGI TEUGEUH, Prof. Ir. Bakti Setiawan, MA, Ph.D
2015 | Tesis | S2 PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR DAN PEMBANGUNANPenelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan kondisi dan pemanfaatan infrastruktur pertanian, mengkaji kondisi dan prospek pengembangan pertanian, dan menganalisis prospek kolaborasi dalam pengadaan infrastruktur pertanian untuk pengembangan pertanian. Penelitian ini dilakukan di 2 (dua) Gampong di Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh yaitu Gampong Pulo Tambo dan Gampong Pulo Kenari. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus komparasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Jumlah informan sebanyak 20 orang di Pulo Tambo dan 17 orang di Pulo Kenari. Hasil penelitian menemukan beberapa kesimpulan. Pertama, Kondisi dan pemanfaatan infrastruktur jalan, transportasi pengangkutan, bendungan, informasi dan komunikasi, dan kilang padi sudah sangat baik di kedua Gampong , akan tetapi kondisi jalan usaha tani yang masih berbatu dan tanah dan juga irigasi yang masih berstruktur tanah belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani di kedua Gampong. Kedua, Kondisi pertanian di kedua Gampong masih dalam tahap pertanian tradisional dikarenakan kesuburan tanah, tenaga kerja manusia, kesulitan modal usaha, dan pengetahuan petani yang minim. Ketiga, Prospek pengembangan pertanian Gampong Pulo Tambo lebih baik daripada Gampong Pulo Kenari dikarenakan kondisi sosial, kelembagaan yang kondusif, pola pikir komersial petani di Pulo Tambo lebih baik dibandingkan Pulo kenari. Keempat, Kebutuhan sarana dan prasarana pertanian di kedua Gampong adalah ketersediaan benih, pupuk, akses pembiayaan, irigasi, dan jalan usaha tani. Kelima, Peran pihak swasta masih pada kegiatan pemasaran pertanian saja. Kegiatan pengelolaan irigasi masih terbatas pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat di kedua Gampong. Penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi bagi pengembangan pertanian yaitu adanya penyediaan jalan pertanian yang berstruktur aspal, dan irigasi yang berstruktur beton di kedua Gampong oleh pemerintah Kabupaten Pidie, serta penyediaan sarana pertanian bagi petani untuk mendukung pengembangan pertanian di Gampong Pulo Tambo dan Gampong Pulo Kenari.
This research aims to document the condition and utilization of agricultural infrastructure, to review the conditions and prospects of agricultural development, and to analyze the prospect of stakeholders collaboration in provision the agricultural infrastructure for agricultural development. The study was conducted in two Gampong in Tiro/Truseb sub-district, Gampong Pulo Tambo and Gampong Pulo Kenari, Pidie District, Aceh Province. It used descriptive study methods with a qualitative approach through comparative case studies. Data were collected through interview, observation, and documentation. The number of informants as many as 20 (twenty) people in Gampong Pulo Tambo and 17 (seventeen) people in Gampong Pulo Kenari. This research found several points. The first, the conditions and utilization of road, freight transportation, dam, information and communication, and rice refineries has been good in both Gampong, but the farm road condition are still constructed of rocks and dirty, then the irrigation are still soil structured it cannot be used optimally by the farmers in both Gampong. Second, agricultural conditions in both Gampong still in the traditional agriculture stage due to the fertility of the soil, human labor, difficulty of venture capital, and lack knowledge of farmers. Third, agricultural development prospects in Gampong Pulo Tambo better than in Gampong Pulo Kenari due to social conditions, institutional conducive, and commercial mindset of farmers in Gampong Pulo Tambo are better than in Gampong Pulo Kenari. Fourth, types of agricultural infrastructure that are needed in both Gampong are the availability of seeds, fertilizer, and access to finance, irrigations, and farm roads. Fifth, collaboration between government and community is already active in both Gampong, but the role of private sector is limited in marketing activities only. This research provides some recommendations for the development of agriculture, namely provision the farm road paving, and concrete the irrigation structure in both Gampong by Pidie district government and provision of agricultural inputs for the farmers to supporting agricultural development in Gampong Pulo Tambo and Gampong Pulo Kenari.
Kata Kunci : Utilization, Infrastructure, Agriculture, Aceh