TERJEMAHAN CERITA ANAK \"CHIICHAN NO KAGEOKURI\" DAN \"MIZUAME NO DOKU\"
VERA HENI PRATIWI, Wury Dwiwardani, M.A; Lufi Wahidati, M.A
2015 | Tugas Akhir | D3 BAHASA JEPANGCeritaini dipilih karena ceritanya sederhana tetapi memiliki nilai positif bagi pembacanya khususnya anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.Nilai positif yang dapat diambil dari cerita anak ini yaitu memelihara perdamaian agar tidak terjadi perang, karena perang memberikan pengaruh negatif bagi masyarakat. Selain itu kita diajarkan untuk selalu jujur dalam setiap hal dan tidak pelit untuk berbagi apa yang kita miliki. Dalam proses penerjemahan cerita anak ini penulis menggunakan metode terjemahan komunikatif. Metode ini berusaha mempertahankan makna konstektual yang tepat dari bahasa sumber sedemikian rupa sehingga baik isi maupun bahasanya langsung dapat dipahami dan diterima oleh pembaca teks terjemahan. Cerita anak Chiichan no Kageokuri bercerita tentang seorang anak yang bernama Chiichan yang terpisah dari keluarganya ketika terjadi perang. Chiichan sendirian mengelilingi kota untuk menemukan keluarganya. Tetapi karena perang yang hebat membuat ia dan keluarganya meninggal. Ada suatu permainan yang ia biasa ia lakukan dengan keluarganya bernama Kageokuri. Kageokuri adalah permainan mengantarkan bayangan ke langit antara hitungan satu sampai sepuluh. Mizuame no Doku bercerita tentang seorang pendeta muda bernama Ikkyu yang merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh seorang pendeta yang mengatakan bahwa permen itu jika dimakan oleh anak-anak akan menjadi racun dan seketika akan mati. Sehingga ia memikirkan sebuah cara agar bisa mencicipi permen itu, setelah ia mencicipinya ia pun tidak mati.
Those story were chosen because the stories are simple but containsof positive value for readers especially children in daily life . Positive value that can be taken from that child story are maintaining peace to avoid war,because war had a negative impactto the community. Besides, we were taught to always honest in every respect and not stingy to share what we have. In translating this children story, the writer made use of communicative method. This method seeks to maintain the exact contextual meaning from sources language so the readers of the translated text can understand and accept the contents and the language. The children story Chiichan no Kageokuri tells about a girl named Chiichan, separated from her family when there was war. Chiichan alone around the city to find her family. But because of a great war makes her and her family died.There isa game that she used to do with her family named kageokuri. Kageokuri is a game of shadows deliver to the sky between the count from one to ten. Mizuame no Doku tells about a young priest named Ikkyu feel who not believe with what was said by a priest who said tha tif the candy was eaten by the children will be poison and will die instantly. So hethought of away to be able to taste the candy, after he tasted it he was not die.
Kata Kunci : Chiichan no Kageokuri, Kageokuri, Mizuame no Doku, Metode Komunikatif.