Laporkan Masalah

Ideologeme Novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck Karya Hamka Kajian Intertekstual Julia Kristeva

DARATULLAILA NASRI , Dr. Fadlil Munawwar Manshur, M.S.

2015 | Tesis | S2 Ilmu Sastra

INTISARI Tesis yang berjudul "Ideologeme Novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck Karya Hamka Kajian Intertekstual Kristeva" ini didasarkan atas asumsi, bahwa karya yang lahir tidak dianggap sebagai pengaruh pengarang atas pengarang yang lain atau pengaruh sumber karya yang dibaca. Akan tetapi, dalam sebuah teks tersebut terdapat potongan-potongan teks yang berasimilasi satu dengan yang lainnya. Teks tersebut adalah teks sosial dan sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan bentuk dan makna ideologeme pada teks Tenggelamnya Kapal van der Wijck. Untuk menyajikan tujuan penelitian tersebut, penelitian ini menggunakan metode analisis suprasegmental dan intertekstual. Cara kerja penelitian ini, yaitu mencari fungsi intertekstual yang ada pada teks cerita. Fungsi tersebut adalah kode yang terkait dengan teks sosial dan sejarah yang ditemukan dalam variabel terikat dan kemudian dihubungkan dengan variabel independen. Variabel terikat mengacu kepada teks dalam, sedangkan variabel independen mengacu pada teks luar. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa teks sosial dan sejarah yang ditemukan pada teks novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck memiliki kesamaan atau kejajaran dengan teks sosial dan sejarah yang ada pada teks luar. Bentuk teks sosial dan sejarah yang ditemukan pada teks cerita tersebut adalah teks mamak dan kemenakan, harta pusaka, perkawinan, perempuan sebagai kemenakan, urang sumando,surau, Rumah Gadang dan rangking, parewa, urang siak, urang asa, asal usul Islam di Makassar, dan peristiwa tenggelamnnya Kapal Van der Wijck sebagai latar cerita. Teks sosial dan sejarah tersebut didominasi oleh budaya Minangkabau. Pendominasian ini menggambarkan pengekslusifan budaya sehingga membentuk masyarakatnya. Produksi makna teks dihasilkan melalui cara pandang oposisi, tranformasi dan transposisi. Cara pandang oposisi tidak mempersatukan dua sistem budaya yang berbeda, sehingga muncul transposisi dan transformasi budaya, yaitu dari tradisional ke modern. Modernitas membawa orang berpikir nasionalis sehingga tidak ada lagi perbedaan antarsuku atau kelompok. Yang ada hanya persatuan antarbangsa untuk mencapai cita-cita kemerdekaan. Kata Kunci: suprasegmental, intertekstual, ideologeme, teks sosial dan sejarah, Minangkabau.

Abstract This thesis which entitled "Ideologeme of The Novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck by Hamka, A Julia Kristeva's Intertextual Study" is based on the assumption, that the birth of a work is not considered an author influence on other authors or influenced by resource work that is being read. However, in the text there are pieces of texts that is assimilated to one another. This text is a social and historical texts. This study aims to present the form and meaning of ideologeme in Tenggelamnya Kapal van der Wijck. To present the research objectives, this research used suprasegmental and intertextual analysis method. The workings of this study is to look for intertextual function in the text. That function is a code associated with the social and historical texts found in the dependent variable, and then connected with the independent variables. The dependent variable refers to the inside text, while the independent variable text refers to the outside text. The results of this study indicate, that the social and historical texts found in the text of novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck have the similarity or paralel with social and historical texts that exist at the outside text. Forms of social and historical text that is found in the story are the mamak and nephew, inheritance, marriage, women as a niece, urang sumando, surau, Rumah Gadang and rangking, parewa, urang siak, urang asa, and origins of Islam Makassar, and the sinking Van der Wijck as the background story. That Social and historical texts are dominated by Minangkabau culture. This domination describes the exclusiveness of Minang culture which is forming its society. The text's meaning production is produced through the opposition, transformation and transposition point of view. Opposition point of view does not united two different culture system,that is why transposition and transformation culture appears, from traditional to modern. Modernity brought the nationalists think that there is no longer a difference between tribes or groups. There is only a 'unity' among nations to achieve the ideals of freedom. Keywords: suprasegmental, intertextual, ideologeme, social and historical texts, Minangkabau, and nationalism.

Kata Kunci : Kata Kunci: suprasegmental, intertekstual, ideologeme, teks sosial dan sejarah, Minangkabau.