Laporkan Masalah

Kadar Hormon Estriol (E3) pada Cairan Folikel Ovarium Sapi Potong Yang Berasal Dari Rumah Potong Hewan (RPH) Giwangan Yogyakarta

GUSTAF EIFEL S, Dr. drh. Claude Mona Airin, M.P.

2015 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Hormon Estriol (E3) merupakan salah satu jenis hormon estrogen yang juga memiliki sifat anti-estrogenik. Estriol merupakan estrogen utama yang dihasilkan selama kebuntingan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kadar hormon Estriol pada cairan folikel ovarium sapi potong. Penelitian ini menggunakan 8 sampel cairan folikel ovarium sapi dengan diameter < 5 mm dan 8 sampel cairan folikel ovarium dengan diameter > 5 mm yang didapat dari Rumah Potong Hewan Giwangan, Yogyakarta. Semua sampel ovarium dilakukan pengukuran folikel dan diambil cairan folikelnya dengan metode aspirasi menggunakan syringe 1 ml dan dimasukkan tabung mikrotube. Cairan folikel kemudian diuji dengan menggunakan ELISA untuk mengetahui kadar Estriol. Hasil ELISA dianalisis secara statistik menggunakan metode Independent Samples T-test. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa kadar hormon Estriol di dalam cairan folikel < 5 mm 13,60 ng/ml ± 15,67 lebih rendah dibanding cairan folikel > 5 mm 19,48 ng/ml ± 25,51. Hasil analisa statitistik menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan yang signifikan (P > 0.05) antara rata-rata kadar hormon Estriol pada cairan folikel < 5 mm dan cairan folikel > 5 mm. Kesimpulannya adalah kemungkinan hormon Estriol tidak berperan dalam siklus folikulogenesis dibandingkan hormon estrogen yang lain.

Estriol (E3) was one type of estrogen which also has anti-estrogenic properties. Estriol was the primary estrogen produced during pregnancy. The purpose of this study to determine Estriol levels in ovarian follicular fluid of beef cattle. This study used 8 samples of ovarian follicular fluid of cattle with d < 5 mm and 8 ovarian follicular fluid with d > 5 mm were obtained from Slaughterhouse Giwangan, Yogyakarta. All ovarian follicles were measured and its follicular fluid were taken by aspiration method using 1 ml syringe and inserted tubes mikrotube. Follicular fluid then tested using ELISA to determine levels of Estriol. ELISA results were statistically analyzed using Independent Samples T-test. The results of the research showed that Estriol levels in follicular fluid d < 5 mm 13.60 ng / ml ± 15.67 lower than follicular fluid d > 5 mm 19.48 ng / ml ± 25.51. Statitistic analysis results showed that no significant difference (P>0.05) between the average Estriol levels in follicular fluid d < 5 mm and follicular fluid d > 5 mm. In conclusion, the possibility that estriol does not have a role in folliculogenesis cyle compared to other estrogen.

Kata Kunci : estrogen, estriol, folikel ovarium, cairan folikel, ELISA

  1. S1-2015-319945-bibliography.pdf  
  2. S1-2015-319945-tableofcontent.pdf  
  3. S1-2015-319945-title.pdf