Laporkan Masalah

INTENSITAS ZIKIR, RELIGIUSITAS, MAKNA HIDUP DENGAN SUBJECTIVE WELL BEING SANTRI SPIRITUAL TAREKAT NAQSABANDIYAH KHOLIDIYAH

SALIYO, Prof. Drs, Koentjoro MBSc, PhD; Drs.Subandi, MA, PhD

2015 | Tesis | S3 Psikologi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pendidikan spiritual tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah dan pengaruh intensitas zikir yang dilaksanakan oleh santri spiritual tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah terhadap subjective well being dengan memperhatikan variabel religiusitas dan makna hidup. Penelitian ini menggunakan desain mixed methods explanatori sekuensial. Subjek penelitian adalah pengikut tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah usia dewasa dan telah mengikuti selama dua tahun sebanyak 204 orang. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis regresi berganda linier untuk menguji peranan intensitas zikir, religiusitas, makna hidup dan subjective well being. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kehidupan santri spiritual ini, maka peneliti melakukan wawancara dengan 5 orang subjek anggota tarekat dan ditambah informan kerabat subjek. Hasil analisis regresi berganda linear menunjukkan ada pengaruh secara bersama-sama dan mandiri antara intensitas zikir, religiusitas dan makna hidup terhadap subjective well being. Dari analisis selanjutnya diketahui bahwa makna hidup sebagai variabel mediator antara intensitas zikir, religiusitas terhadap subjective well being sesuai dengan pola model yang telah terbentuk berdasarkan teori. Data kualitatif yang ditemukan berkaitan dengan pendidikan spiritual dari tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah menunjukkan bahwa tarekat ini secara kognitif menekankan pengetahuan akhlak tasawuf, dan keutamaan berzikir. Aspek afektif menekankan kesabaran, rendah hati dan bersikap mulia. Aspek psikomotorik menekankan perilaku memperbanyak zikir, berpuasa sunah, sholat sunah, selalu terikat dengan wajah mursyid (robithoh) dan berakhlak mulia. Selanjutnya dari data analisis kualitatif terhadap 5 orang subjek menunjukkan bahwa amalan zikir tarekat memiliki dampak terhadap kesejahteraan psikologis.

The study aimed at exploring spiritual education of tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah and the impact of zikir intensity of the Islamic students of the tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah on subjective well-being considering the variables of the zikir intensity, religiosity and life meaning. It used sequential-explanatory mixed methods. Its subjects were 204 adult members of the tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah who had joined the tarekat for two years. Data was analyzed using linear multiple regression to examine the role of the zikir intensity, the religiosity, the life meaning and the subjective well-being. It used interview with 5 subjects representing the members of the tarekat and their relatives. The results of the linear multiple regression analysis showed that there was significant impact of the zikir intensity, the religiosity and the life meaning on the subjective well-being, both individually and collectively. They also showed that the impact of the life meaning as mediator variable between the zikir intensity and the religiosity on the subjective well-being, which fitted the model that has been established on theoretical basis. Qualitative data related to the spiritual education of the tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah showed that the tarekat put cognitive emphasis on Islamic mysticism knowledge on Islamic morals and the superiority of the zikir. The affective aspect put the emphasis on patience, modesty and sublime attitude. Psychomotor aspect put behavioral emphasis on doing more zikir, sunah fasting, sunah prayers, and constantly attached to teacher’s face (robithoh) and having sublime character. Subsequently, the qualitative analysis of the data involved 5 subjects and showed that the zikir of the tarekat had significant impact on subjective well-being.

Kata Kunci : Intensitas Zikir, Religiusitas, Makna Hidup, dan Subjective Well Being


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.