Seleksi model keuangan daerah :: Studi kasus Jawa Timur, 1983-2000
BUDIARTO, Bambang, Prof.Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M.Com
2002 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian berbasis ekonometrika dan keuangan daerah yang mengambil wilayah penelitian Jawa Timur ini bertujuan untuk mengetahui arah hubungan antara Pendapatan Asli Daerah (FIA) dac pertumbuhan ekonomi (ECHA) serta memillh Model Keuangan Daerah. Dengan menggunakan Pengujian Kausalitas Granger yang mengambil data sekunder Pendapatan Asli Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi dari tahun 1983 sampai dengan 2000 diketahui bahwa terciapat uni directional causality from ECHA to FIA. Mencermati arah hubungan tersebut, maka dapat ditulis FIA = a0 + al.ECHA +u. Model inilah yang dalam penelitian ini disebut sebagai Model Keuangan Daerah (MKD). Model Keuangan Daerah tersebut kemudian dibuat dalam Model Linier Dinamik dergan pendekatan Partial Adjustment Model dan Error Correction Model. Dimunculkannya dua buah Model Linier Dinamik (MLD) tersebut karena hingga kini belum ada kesepakatan atas bentuk MLD yang paling cocok sebagai alat estimasi. Mencermati hasil Pengujian Kausalitas Granger ini; maka Pemerintah Propinsi Jawa Timur hendaknya dalam melakukan upaya-upaya peningkatan PAD perlu mengetahui terlebih dahulu faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, sebab variabel ini adalah kunci dalam upaya menggenjot kenaikan PAD. Artinya, sebelum melakukan upaya peningkatan PAD perlu dilakukan terlebih dahulu studi pendahuluan atas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Setelah melalui berbagai pengujian mulai stasionaritas data yang dilakukan dengan uji akar-akar unit dan uji derajat integrasi, first order test, second order test, juga uji stabilitas, maka dengan alat analisis utama ordinary least square, dilakukanlah Non-Nested Test terhadap kedua MKD tersebut. Non-Nested Test dapat dilakukan dengan dua pendekatan, Discrimination Approach dan Discerning Approach. Seleksi model dalam penelitian ini dilakukan dengan Discerning Approach dengan metode Uji JM. Mendasarkan diri pada hasil Uji J-M, ternyata Model Keuangan Daerah dengan pendekatan penyesuaian parsial (MKD-PAM) mengungguli Model Keuangan Daerah dengan pendekatan koreksi kesalahan (MKDECM). Jadi, Pemerintah Propinsi Jawa Timur dalam mengambil kebijakankebijakan terkait keuangan daerah hendaknya mendasarkan diri pada hasilhasil estimasi MKD-PAM, sebab model ini telah lolos uji sebagai alat bantu alternatif pengambilan keputusan masalah-masalah keuangan daerah yang mengungguli MKD-ECM.
The study based on econometric and regional financial that took studi area of government of East Java province during 1983-2000 was to identify relational direction between indegenous local revenues (FIA) and economic growth (ECHA). By use of Granger Causality Test it was known that there was uni-directional causality from ECHA to FIA. Based on the direction, it can be written FIA = ao+al.ECHA+u. The model was, in this study, called as Regional Financial Model (MKD). The model was then made in dynamic econometric model (MLD) with Partial Adjustment Model (PAM) and Error Correction Model (ECM). The two kinds of MLD were used because there was no agreement on the most siutable MLD as estimation tools. Examining the result of the Grange Causality Test, the government of East Java province should, in conduct improvement its indegenous local revenues , firt identify factors influence economic growth in East Java because the the variable is a key in conduct indegenous local revenues improvement. In meant that before improve its indegenous local revenues, it needs to make preliminary study on factors that affect economic growth. After passing various tests, begin with data stationary test that done with testing for unit roots and testing for degree of integration, economic apriory criteria, first order test (t-test and F test), second order test (normality, linearity, autocorrelation, and heteroscedasticity), stability test, then, by main analytical tool of ordinary least square (3LS), it was done Non-Nested Test on the two MKD. Non-Nested Test can be operated with two approaches, discrimination approach and discerning approach. Model selection in this study was done with discerning approach with J-M test method. Based on the result of J-M test, apparently MKD with PAM (MKDPAM) was superior to MKD with ECM (MKD-ECM). So the government of East Java province in making policy related to regional financial should rely on result of MKD-PAM estimation, because the model have passed test as alternative aid tool in decision making in regional financial issues that superior to MKD-ECM.
Kata Kunci : Keuangan Daerah,Seleksi Modal,Jawa Timur, indegenous local revenues, economic growth, regional financial model, granger causaiity test, non nested test, PAM, ECM