Laporkan Masalah

Upaya peningkatan penerimaan pajak pengambilan bahan galian golongan C di Kabupaten Maluku Utara

ALI, M. Irwanto, Prof.Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M.Com

2002 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) terdiri dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah dan lainlain pendapatan asli daerah yarig sah. Mengamati data realisasi yang ada tarnyata rasio PAD terhadap APRD di Kabupaten Maluku Utara rata-rata 2,76% yang berarti masih sangat kecil dan jauh dari rata-rata nasional. Keadaan tersebut disikapi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Utara sebagai tantangan sekaligus peluang untuk lebih meningkatkan di masa mendatang penerimaan pajak pengambilan bahan galian golongan C sebagai salah satu jenis penerimaan pajak daerah melalui optimalisasi penerimaan. Penelitian selama periode pengamatan 1998/1999-200 1 ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pajak pengambilan bahan galian golongan C terhadap total penerimaan pajak daerah dan total penerimaan pendapatan asli daerah. Disamping itu penelitian ini juga bertujuan untuk menghitung tingkat efisiensi dan efektivitas petnungutan pajak pengambilan bahan galian golongan C, tingkat elastisitas pajak pengambilan bahan galian golongan C terhadap PDRB bangunan dan jumlah penduduk serta untuk mengidentifikasi jenis pajak daerah yang potensial untuk dikembangkan sebagai sumber penerimaan primadona pajak daerah dan pendapatan asli daerah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Dinas Pendapatan Asli Daerah, Dirlas Pekerjaan Umum dan Perumahan, Bagian Keuangan Kantor Bupati, Badan Pusat Statistik di Kabupaten Maluku Utara. Hasil atau temuan dari penelitian ini menunjukm bahwa kontribusi pajak pengambilan bahan galian golongan C selama periode pengamatan 199811 999-2001 terhadap total penerimaan pajak daerah dan total penerimaan pendapatan asli daerah adalah cukup tinggi. Masing-masing sebesar 46,73% tiap tahun dan 11,98% tiap tahun. Efisiensi pemungutan pajak pengambilan bahan galian golongan C dengan menggunakan proxy pertama termasuk dalam kategori efisien , dengan efisiensi pemungutannya rata-rata sebesar 74,88% tiap tahun. Sementara dengan menggunakan proxy kedua termasuk dalam kategori sangat efisien, dengan efisiensi pemungutannya rata-rata sebeszr 45,41 YO tiap tahun. Tingkat elastisitas pajak pengambilan bahan galian golongan C terhadap PDRB bangunan dan jumlah penduduk selama periode pengamatan dikatakan inelastis yang berarti bahwa pajak pengambilan bahan galian golongan C tidak peka terhadap PDRB bangunan dan jumlah penduduk, dengan tingkat elastisitas masing-masing sebesar 0,73% dan -25,62%. Kemudian dengan melakukan identifikasi jenis pajak daerah selama periode pengamatan ternyata pajak pengambilan bahan galian golongan C termasuk dalam klasifikasi prima, ha1 ini mengindikasikan bahwa pajait pengambilan bahan galian golongan C merupakan jenis pajak daerah yang potensial untuk dikembangkan sebagai surnber penerimaan primadona paiak daerah dan pendapatan asli daerah.

According to regulation No.22 in 1999 regarding the regional government, the Original Regional hcome (PAD) consists of the outcome of regional taxes, regional retribution, regional enterprises, and other original and legal outcomes. Observing the available realization data, it appears that PAD ratio toward APBD in regency of North Maluku is 2,76%, which means that is still low and far from national 2verage.The government of North Maluku regency perceives this condition as a challenge as well as a chance to increase the revenue of excavated objects collection tax in C group, in the future, as one of the regional tax revenue through the revenue optimization. The object of the research during the observation period 1998/1999- 2001 is ti discover the contribution of excavated objects collection tax in group toward the total of local tax revenue and the total of original regional income revenue. The aim of the research is also to calculate the efficiency and effectiveness of excavated objects collection tax in C group collection, elasticity number of population, and to identify the potential regional tax to be developed as a popular regional tax revenue and the original regional income. The data used in this research is secondary data that are obtained from the Original Region income Service, Public Works and Housing Service, Accounting Department of Regent Office, and Central Statistic Committee in North Maluku regency. The result of the research indicated that the contribution of excavated objects collection tax in C group during the observation period of 1998/1999- 2001 toward the total of regional taxes revenue and the total of original regional income revenue is quite, i.e. 46,73% and 11,98% every year. The efficiency of excavated objects collection tax in C group collection using the first proxy is categorized efficient, with the collection efficiency of 74,88% every year, while using the second proxy is categorized very efficient, with the collection efficiency of 4541 YO every year. The elasticity of excavated objects collection tax in C group toward PDRB building and the number of population during the observation period is not elastic, which means excavated objects collection tax in C group is not sensitive toward PDRB building and the number of population, with elasticity level of 0,73Y0a nd -25,62Y0.A fterwards, by identifying the type of regional tax during the observation period, it appears that excavated objects collection tax in C group is the type of tax that is potential to be developed as a popular regional tax revenue source and original regional income

Kata Kunci : Pajak Galian Golongan C,Kabupaten Maluku Utara


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.