Laporkan Masalah

Perilaku Penyuluh Pertanian dalam Pemanfaatan Media Internet di Kabupaten Sleman

RAHAJENG MUFID NURLIAWATI, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M. Si; Ir Roso Witjaksono, M. S.

2015 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIAN

Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku pemanfaatan media internet oleh penyuluh pertanian dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku penyuluh pertanian di Kabupaten Sleman dalam pemanfaatan media internet. Penelitian ini dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (UPT BP3K) Kabupaten Sleman. Lembaga ini terbagi menjadi delapan unit yang meliputi: wilayah I (Moyudan), wilayah II (Godean), wilayah III (Seyegan), wilayah IV (Sleman), wilayah V (Pakem), wilayah VI (Cangkringan), wilayah VII (Berbah), dan wilayah VIII (Prambanan). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan metode kuantitatif secara survey. Pengambilan sampel lokasi dipilih di empat UPT BP3K dari delapan UPT BP3K di Kabupaten Sleman dan dipilih dengan acak sederhana (simple random sampling). Pengambilan sampel penyuluh pertanian dilakukan secara sensus. Total responden berjumlah 70 penyuluh pertanian meliputi 15 penyuluh pertanian di Wilayah III (Seyegan), 18 penyuluh pertanian di Wilayah V (Pakem), 23 penyuluh pertanian di Wilayah VI (Ngemplak), 14 penyuluh pertanian di Wilayah VIII (Prambanan). Metode analisis yang digunakan adalah uji proporsi, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penyuluh (51,43%) penyuluh pertanian mempunyai intensitas kadang-kadang memanfaatkan internet. Sikap dan pengetahuan berpengaruh nyata secara positif terhadap perilaku penyuluh pertanian dalam pemanfaatan internet. Faktor-faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap perilaku penyuluh pertanian dalam pemanfaatan internet adalah umur, tingkat pendidikan, motivasi, ketersediaan sarana dan kredibilitas internet.

This study aims to investigate the behavior of internet utilization by agricultural extension workers and the factors that effect their behavior in Sleman Regency. The data were obtained in the Technical Implementation Unit Extension Center of Agricultural Fisheries and Forestry (UPT BP3K) Sleman. This Extension Center is divided into eight units which include: Region I (Moyudan), Region II (Godean), Region III (Seyegan), Region IV (Sleman), Region V (Pakem), Region VI (Cangkringan), Region VII (Berbah) , and Region VIII (Prambanan). The descriptive analysis was used in this study with quantitative survey methods approach. The field investigation was carried out by simple random sampling. 70 extension workers were selected as the sample of study by sensus, which includes 15 extension workers in Region III (Seyegan), 18 extension workers in Region V (Pakem), 23 extension workers in the region VI (Ngemplak), and 14 extension workers in Region VIII (Prambanan). For measuring the behavior on internet utilization and the factors that affected it, the test of proportions and a multiple linear regression analysis was used. The results showed that the majority of agricultural extension workers (51.43%) were occasionally used the internet. Correlation test indicated that attitude and knowledge had positive significant relationship whereas age, level of education, motivation, availability of facilities and internet credibility had no significant relationship with the behavior of agricultural extension workers on internet utilization.

Kata Kunci : Perilaku, Penyuluh Pertanian, Internet