Laporkan Masalah

Kinerja peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor di Propinsi Jawa Barat

HAMIDAH, N. Ida, Drs. Wahyu Widayat, MEc

2002 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Bahwasannya Pajak Lendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor adalah merupakan suatu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjadi tulang punggung dalam kelangsungan pembangunan di Propinsi Jawa Barat, dimana sangat berpengaruh dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sumbangsih Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 34,40% dan BBNKB sebesar 48,23% terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama kurun waktu tahur! anggaran 1996/1997-2001. Beranjak dari kedua kondisi tersebut, pemerintah Propinsi Jawa Barat tidak ada jalan lain kecuali bertekad mengoptimalkan semua sumber penerimaan daerah, khususnya dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nanta Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang menjadi andalan penerimaan daerah di Propinsi Jawa Barat untuk dikelola secara maksimal dan profesional. Adapun tujuan penelitian ini sdalah untuk mengukur tingkat efisiensi dan efektivitas penerimaan pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan berrnotor, selain itu untuk mencari upaya peningkatan penerimaan dari pajak kendaraan barmotor dan bea balik nama kendaraan bermotor. Metodologi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah lewat study kepustakaan dan penelitian iapangan. Sedangkan data-data yang dipergunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dari berbagai instansi yang relavan dengan judul tesis yang kemudian diinventarisir dan dilakukan analisis dan perhitungan potensi, tingkat efektifitas, efisiensi, pertumbuhan dan analisis kualitatif . Berdasarkan hasil analisisis kuantitatif,dapat diambil suatu kesimpulan bahwa penyusunan suatu rencana (target) penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tidak berdasarkan potensi riil yang sebenarnya di mana tingkat efektivitasnya rata-rata hanya mencapai 41,91 YO sedangkan BBNKB sebesar 99,69% .Tingkat efisiensi penerimaan PKB rata-rata sebesar 5,25% dan penerimaan BBNKB 6,21% yang berarti bahwa setiap pengeluaran biaya pernungutan sebesar Rp.5,25 dan Rp. 6,21 dapat menghasilkan penerimaan Rp. 100. Sedangkan dari analisis kualitatif dapat diambil kesimpulan bahwa Kinerja Pernungutan PKB dan BBNKB masih kurang edeaVoptima1 sehingga perlu dipartimbangkan kekuatan internal dan eksternal dengan demikian diharapkan pemungutan PKB dan BBNKB dapat dilaksanakan secara optimal.

it’s true that Vehical Tax (PKB) and Fee For Conversion of Vehical Owner Shif (BBNKB) are two of Lccal Income (Pendapafan Ask Daerah) source that become backbone in sustaining of development in West Jawa Province; and the source greatly effected in structure of Local Expenditure and Income Budgeting (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah - APBD). The Contributing of ?ajak Kendaraarf Bermofor (PKB - Vehicle Tax) to Local Income (PAD) for 1996/1997-2001 in year budgeting reach 34,40% in average and BBNKB reach 48,23% ill everage. Based on the two conditions, the government of West Jawa Province hasn’t other way, except try hard to optimize all local government sources, especially from PKB and BBNKB sector that become leading sector of local government in West Jawa Province to manage maximally and optimally. The objective of this research is to analysis potential and projection and to analysis effectiveness, efficiency and the growing rate of Pajak Kendaraan PKB and 55NK5 in West Jawa ?rovince at the future. The method of this research is done by using library study and field research. And the data which is used in this research are collected from some institutions which relevance with this Thesis. Than the data are inventoried and analyzed, and calculating the potency, effectiveness and efficiency rate, and the growing and qualitative and quantitative analysis. Base on result of quantitative analysis, can be obtained a conclude that arranging plan (target) of income from PKB not base on the real potency where its average effectiveness rate only 41,91%, but efficiency rate reaching 5,25%, it means that each of expenditure of collecting budget count of Rp 5,25 can produce Rp 100 of it standard unit. On the contrary, BBNKB has a high effectivness, that is 99,69% ana Its efeciency reaching 6,21% Base on result of qualitatif analysis (SWOT), that government of West Jawa has to increase its effort

Kata Kunci : Pajak Kendaraan Bermotor,Propinsi Jawa Barat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.