Respons Wanita Tani Terhadap Pelaksanaan Program Model Kawasan Rumah Pangan Lestari dalam Ketahanan Pangan di Kabupaten Kulon Progo
ESTE ROKHMATUNNAZULA, Subejo, S.P.,M.Sc.,Ph.D ; Dyah Woro Untari, S.P.,M.P
2015 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIANPelaksanaan program Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) merupakan salah satu program yang dicetuskan oleh Kementrian Pertanian pada Tahun 2010 dengan tujuan untuk mendukung ketahanan pangan tingkat rumah tangga. Implementasi program M-KRPL adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami tanaman kebutuhan keluarga. Penelitian ini dilakukan di Desa Pagerharjo Kecamatan Samigaluh, Desa Hargorejo Kecamatan Kokap dan Desa Srikayangan Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulonprogo dengan tujuan mengetahui 1) tingkat respons wanita tani terhadap pelaksanaan program M-KRPL, dan 2) faktor-faktor yang mempengaruhi respons wanita tani terhadap pelaksanaan program M-KRPL. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survei. Pengambilan sampel kecamatan, desa dan kelompok wanita tani dilakukan secara purposive, sedangkan pengambilan sampel wanita tani dilakukan dengan acak sederhana. Total sampel berjumlah 60 wanita tani yaitu 20 wanita tani di Desa Pagerharjo (KWT Prasojo), 20 wanita tani di Desa Hargorejo (KWT Melati) dan 20 wanita tani di Desan Srikayangan (KWT Putri Manunggal). Metode analisis yang digunakan adalah uji proporsi dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat respons wanita tani terhadap pelaksanaan program M-RKPL dalam kategori tinggi dengan respons pengetahuan sebesar 81,33 %, respons sikap sebesar 78,67 % dan respons perilaku sebesar 85,26 %. Umur wanita tani berpengaruh secara negatif terhadap pelaksanaan program M-KRPL dan partisipasi, persepsi, motivasi berpengaruh positif terhadap pelaksanaan program M-KRPL. Faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap pelaksanaan program M-KRPL adalah luas pekarangan, pekerjaan, peran pendamping, sarana pendampingan dan aktivitas pendampingan.
The implementation of Sustainable Food Household Area Model (M-KRPL) is one of the programs which introduced by Ministry of Agriculture in 2010 with the main purpose to support household food security. M-KRPL program was implemented by using the home garden as a family food sources. This reaserch was conducted in Pagerharjo Village, Samigaluh Sub-district; Hargorejo Village , Kokap Sub-district, and Srikayangan Village, Sentolo Sub-district, in Kulon Progo Regency in order to know: 1) the response rate of women farmers to the implementation of M-KRPL program, and 2) the factors which affects to the response of women farmers. The method used in this research was descriptive with survey techniques. Research sampling was carried out of the sub-district, village, and woman farmer groups purposively, whereas sample women farmers was selected by simple random sampling. The total sample is 60 women farmers consisting of 20 women farmers from Pagerharjo Village, 20 women farmers from Hargorejo Village, and 20 women farmers from Srikayangan Village. The analytical method used Proportion Test and Multiple Linier Regression Analysis. The research results showed that the rate of women farmers response to implementation M-KRPL program was in the high category with the knowledge response was 81,33 %, then 78,67 % for attitude response, and behavioral response was 8,26 %. The age of woman farmers has negative effect to the implementation of M-KRPL program and participation, perception, motivation has positive effect. Factors that did not significantly influence to response of woman farmers were land size, employment, the role of facilitator, tools of mentoring, and mentoring activities.
Kata Kunci : Respons, wanita tani, pemanfaatan lahan pekarangan, M-KRPL, Kulon Progo