EFEK KROM PADA KANDUNGAN KLOROFIL DAN PROTEIN DAUN Salvinia molesta Mitchell
PRATYA HERAWATI, Dr. rer. nat. Andhika Puspito Nugroho; Dr. Tri Rini Nuringtyas, M.Sc.
2015 | Skripsi | S1 BIOLOGILogam berat hasil pembuangan limbah pada badan air dalam konsentrasi tinggi akan menimbulkan pencemaran air dan memberikan pengaruh pada makhluk hidup di sekitarnya. Logam-logam berat tersebut diketahui dapat terakumulasi di dalam tubuh organisme dan tetap tinggal dalam jangka waktu lama. Logam krom (Cr) mempunyai penyebaran yang sangat luas di alam. Krom masuk ke lingkungan perairan sebagai akibat dari aktivitas manusia dan industri seperti electroplating, penyamakan kulit, pabrik tekstil, cat dan buangan limbah rumah tangga. Krom bersifat karsinogenik dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit manusia. Untuk mengembangkan tanaman sebagai agen fitoremediasi pada daerah terkontaminasi, mekanisme molekuler proses detoksifikasi logam berat dapat dipelajari dari respon fisiologis tanaman seperti klorofil dan protein. Salvinia molesta merupakan salah satu tanaman air yang diketahui bersifat hiperakumulator logam berat dalam limbah cair. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran kandungan klorofil dan protein sampel daun terapung S. molesta dengan dua macam perlakuan, yaitu variasi konsentrasi krom dan lama pemaparan. Analisis klorofil dilakukan dengan spektrofotometri dan analisis kandungan protein dilakukan dengan metode Bradford secara spektrofotometri pada λ595nm.Analisis data dilakukan dengan menggunakan program SPSS 15 dengan General Linear Model secara Two Way dan One Way Anova, uji Duncan, analisis probit, dan NOEC.Penelitian ini membuktikan bahwa terjadi penurunan kandungan klorofil dan penambahan kandungan protein pada S. molesta seiring dengan semakin tingginya konsentrasi krom yang diberikan dan semakin lamanya waktu pemaparan.
High concentration of heavy metals at the waterways may lead to contamination and dangerous to organisms around due to its ability to be be accumulated and stayed for long periode in body. Chrom (Cr) is one of heavy metals which is distributed widely in nature. This metal known to be carsinogenic and can cause skin irritation. Afford to overcome the Cr contamination can be done using phytoremediation agent such as Salvinia molesta. Salvinia molesta is one of water fern and known as heavy metals hyperaccumulator in liquid waste. The aims of this research was to study the effect of chromium in varying concentration and exposure time to the chlorophyll and protein content of leave of S. molesta. Chlorophyll content analysis was carried out with spectrophotometry while protein content analysis was carried out with Bradford reagent measured using spectrophotometry at 595 nm. Data analysis was done using SPSS 15 program for General Linear Model in Two Way and One Way Anova, Duncan analysis, probit analysis, and NOEC. This study showed Cr treatment gave a negative effect to the chlorophyll content but positive effect to the protein content of S. molesta leave. Similar response was also observed with the duration of exposure time. In fact, the longest treatment showed the highly significant reduction of chlorophyl content and increase of protein content. Keywords : Salvinia molesta, Hyperaccumulator, Chrom, Chlorophyll, Protein
Kata Kunci : Salvinia molesta, Hiperakumulator, Krom, Klorofil, Protein