Laporkan Masalah

PENGARUH MODAL SOSIAL ANGGOTA KELOMPOK TANI TERHADAP ADOPSI BUDIDAYA PADI SISTEM TAJARWO DI KECAMATAN PANDAK KABUPATEN BANTUL

DASY RATNA SARI, Subejo, S.P, M.Sc., Ph.D. ; Ir. Harsoyo, M.Ext.Ed

2015 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) tingkat modal sosial anggota kelompok tani dalam adopsi budidaya padi system tajarwo, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi modal sosial, (3) pengaruh modal sosial terhadap adopsi budidaya padi system tajarwo. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah anggota kelompok tani yang pernah mendapatkan informasi tentang budidaya padi system tajarwo. Metode dasar yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan teknik survey dan wawancara. Sampel digunakan sebanyak 60 petani yang diambil secara simple random sampling dari 3 kelompok tani di Desa Gilangharho, Triharjo, dan Wijireji\o, kecamatan pandak. Data dianalisis melalui uji proporsi, analisis regresi linier berganda, dan analisis regresi sederhana. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat modal sosial anggota kelompok tani tergolong sedang yaitu 55,76%. Faktor yang berpengaruh nyata terhadap modal sosial anggota kelompok tani di Kecamatan Pandak dalam adopsi budidaya padi sistem tajarwo adalah penerimaan rumah tangga tani dan peran ketua kelompok tani. Sedangkan faktor lain yang tidak berpengaruh yaitu berupa umur, pendidikan, luas lahan, keaktifan anggota dalam kelompok tani, banyaknya kegiatan sosial yang diikuti, dan peran penyuluh pertanian. Modal sosial juga berpengaruh nyata positif terhadap adopsi budidaya padi sistem tajarwo di Kecamatan Pandak.

This research aims to know (1) social capital rate of members farmer groups in adoption of rice cultivation with paralel line planting (tajarwo) system (2) the factors which affects the social capital rate (3) the effects of social capital toward adoption of rice cultivation to paralel line planting (tajarwo) system. This research was conducted in Pandak Sub District, Bantul Regency. The sample used in this research were members of farmer groups who get information about rice cultivation with paralel line planting (tajarwo) system. The basic method was analytical descriptive with surve technique and interview. The total sample was 60 members of farmer groups which selected by simple random sampling from 3 farmer groups in Gilangharjo Village, Triharjo Village, and Wijirejo Village, Pandak Sub District. The analytical method used proportion test, multiple linier regression analysis, and simple regression analysis. The research results showed that the rate social capital of members farmer groups in the midlle category was 55,76%. The factors that significantly influencing toward adoption of rice cultivation with paralel line planting (tajarwo) system in Pandak Sub District was household farmers revenue and the role of head group. Factors that did not significantly influence to social capital were age, educational, land area, participation farmer in farmer groups, the total number of social activities and the role of extention worker. The social capital has positive effect toward adoption of rice cultivation with paralel line planting (tajarwo) system in Pandak Sub District

Kata Kunci : modal sosial, adopsi, P2BN, jajar legowo, Bantul