Pengaruh pemberian kompos limbah usaha jamur terhadap pertumbuhan dan hasil kangkung darat (ipomoea reptans Poir.)
M SYIHABUL FIKRI, Prof.Dr.Ir. Didik Indradewa; Eka Tarwaca Susila Putra S.P., M.P., Ph.D;
2015 | Skripsi | S1 AGRONOMIKangkung darat (Ipomoea reptans Poir.) merupakan tanaman sayur bernilai ekonomi tinggi dan bersifat khas daerah tropis yang digemari oleh masyarakat. Perbaikan sifat fisik dan kimia tanah dengan menggunakan pupuk kompos dari limbah media jamur tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman kangkung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi kompos limbah media tanam jamur tiram dan kuping terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas hasil kangkung darat serta menentukan dosis yang optimal. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap Faktorial. Faktor pertama yaitu jenis limbah jamur dengan 2 taraf perlakuan limbah jamur tiram (P1) dan limbah jamur kuping (P2). Faktor kedua yaitu dosis pupuk limbah jamur dengan 3 taraf perlakuan, takaran 10 ton/ha (T1), takaran 20 ton/ha (T2) dan takaran 40 ton/ha (T3). Kontrol pada penelitian ini adalah tanpa pemberian pupuk kompos limbah jamur. Aplikasi kompos bersumber limbah media tanam jamur kuping dan tiram mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat. Kompos media tanam jamur kuping 29,5 ton/ha mampu memaksimalkan pertumbuhan, hasil dan kualitas hasil tanaman kangkung darat. Takaran pupuk kompos media tanam jamur tiram belum menunjukkan titik optimum.
Kangkung (Ipomoea reptans) is a high-value vegetable crop and favored by local people. Improvement of physical and chemical properties of the soil by using compost from waste mushroom substrate is expected to increase crop productivity of kangkung. The purposes of this study are to determine the effect of compost made from spent mushroom substrate on the growth and production of kangkung and determine the optimal dose of the compost. The experiment was arranged in Randomized Complete Block Design with 2 factors. The first factor was the type of mushroom substrates, using 2 types of substrate , oyster mushroom (P1) and ear mushroom (P2). The second factor was the dose of compost mushroom substrate with 3 levels of treatment, 10 ton / ha (T1), 20 ton / ha (T2) and 40 ton/ ha (T3). Control in this research was kangkung without using any compost mushroom substrate. Application of compost mushroom substrate was able to increase the growth and production of kangkung. spent ear mushroom substrate compost with dose of 29.5 tons / ha is able to maximize the growth and production of kangkung. Spent oyster mushroom substrate compost was not showing its optimum doses.
Kata Kunci : Kangkung darat, kompos media tanam jamur, takaran kompos, jenis kompos