Eksistensi Subak di Tengah Laju Alih Fungsi Lahan di Kabupaten Badung dan Gianyar
OCTAVERRA BGS OKA SATRYA A, Prof.Dr.Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.Si. ; Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D
2015 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIANPenelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar dengan tujuan untuk mengetahui adanya korelasi antara persepi petani dengan keaktifan mengikuti penyuluhan dan adanya korelasi antara luas lahan pertanian dengan keaktifan mengikuti penyuluhan, tingkat penerapan awig-awig subak di Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar, dan tingkat eksistensi subak di Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara terhadap responden sebanyak 62 orang di Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar dengan metode purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data primer dan sekunder. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan uji Kolmogorov Smirnov Two Sample. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang moderat antara persepsi anggota subak di Kabupaten Badung dengan keaktifan mengikuti penyuluhan dan terdapat korelasi yang rendah antara persepsi anggota subak di Kabupaten Gianyar dengan keaktifan mengikuti penyuluhan. Kemudian terdapat korelasi yang moderat antara luas lahan anggota subak di Kabupaten Badung dengan keaktifan mengikuti penyuluhan dan terdapat korelasi yang rendah antara luas lahan petani dengan keaktifan mengikuti penyuluhan. Dari hasil uji Kolmogorov Smirnov Two Sample diketahui tidak terdapat perbedaan antara penerapan awig-awig subak di Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar. Berdasarkan data BPS tahun 2013, perubahan luas lahan pertanian di Kabupaten Badung 384,14 Ha per tahun dan di Kabupaten Gianyar 171,57 Ha per tahun. Dengan semakin cepatnya laju alih fungsi ini akan berpengaruh terhadap eksistensi subak.
This research was conducted in Badung and Gianyar with goals to assess the existence of correlation between farmers perception and liveliness to follow extension and the existence of correlation between the covers area of agricultural land with liveliness to follow extension, the implementation stages of awig-awig subak in Badung and Gianyar, and the existence of Subak in Badung and Gianyar. Data collecting method were conducted with interview toward sixty two respondents in Badung and Gianyar used purposive sampling method. Data that used in this research are primary and secondary data which analyzed with Rank Spearman correlation test and Kolmogorov Smirnov Two Sample test. The result of this research showed that there is a moderate correlation between perception of Subak members in Badung with liveliness to follow extension and low correlation between perception of Subak members in Gianyar with liveliness to follow extension. There is also a moderate correlation between the covers land area of Subak members in Badung with liveliness to follow extension and low correlation between the covers land area of Subak members in Gianyar with liveliness to follow extension. Based on Kolmogorov Smirnov Two Sample test, there is no difference between implementation of Subak rules in Badung and Gianyar. Based on BPS data in 2013, the change of covers area of agricultural land in Badung are 384.14 Ha per year and in Gianyar are 171.57 Ha per year. With the rapid agricultural land conversion, it will affected to Subak existence.
Kata Kunci : subak, keaktifan mengikuti penyuluhan, penerapan awig-awig, eksistensi subak