PEREMPUAN DALAM INDUSTRI TAMBANG Telaah Antropologis Resistensi Perempuan terhadap Tambang Pasir Besi di Desa Glempangpasir, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah
SITI FATHONAH, Dr. Bambang Hudayana, M.A
2015 | Tesis | S2 ILMU ANTROPOLOGITesis ini menjelaskan tentang maraknya ekspansi kapitalis yang telah masuk hingga ke berbagai sektor industri ekstraksi di Indonesia, termasuk pertambangan. Perempuan merupakan pihak paling rentang menerima efek buruk dari pertambangan. Studi ini mengkaji gejala tersebut dengan maksud untuk menjelaskan bagaimana dampak pertambangan terhadap marjinalisasi perempuan, bagaimana strategi perempuan dalam meresisten dan sejauh mana resistensi tersebut mampu menimbulkan reaksi tersendiri bagi pertambangan. Melawan pertambangan sesungguhnya adalah melawan dominasi kapitalis dalam laju perekonomian. Apalagi, pertambangan kerap dilihat sebagai industri yang berkarakter maskulin sehingga hanya sesuai untuk laki-laki. Dalam mencapai tujuan penelitian, studi ini memakai pendekatan emansipasi. Pendekatan emansipasi memahami kedudukan laki-laki dan perempuan secara setara. Pendekatan emansipasi digunakan untuk melihat sejauh mana perempuan mampu mengubah ketidakadilan relasi sesuai dengan kapasitas dan kemampuan mereka dalam persaingannya dengan berbagai praktek diskriminasi yang terjadi dalam pertambangan. Hasil studi menjelaskan bahwa resistensi perempuan dalam melawan pertambangan tidak selalu sama. Latar belakang kultur sangat menentukan strategi resistensi yang akan dilancarkan oleh perempuan. Kuatnya pengaruh sistem patriarkhi membuat perempuan sangat berhati-hati dalam melancarkan resistensinya. Perempuan Glempangpasir menyadari seberapa besar kekuatan mereka sehingga memutuskan untuk mengambil pilihan resistensi dalam bentuk tindakan adaptif yang dapat berkompromi dengan situasi dan kondisi. Para perempuan mengambil peluang yang masih tersisa dalam sistem produksi subsisten dan sebagian menjadi pembantu rumah tangga di luar negeri (TKW). Pilihan kedua adalah opsi yang lebih diminati daripada pilihan pertama. Perempuan yang masih dalam usia produktif memilih untuk menjadi TKW. Mainset yang tertanam dalam pemikiran masyarakat lingkar tambang adalah bahwa menjadi TKW adalah salah satu cara instan untuk mengumpulkan materi karena pekerjaan sebagai TKW memiliki nilai tukar yang lebih tinggi dibandingkan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di negeri sendiri. Penemuan penelitian ini adalah bahwa tidak semua resistensi bersifat melawan meskipun tujuan akhir dari resistensi tetap untuk menjatuhkan, menandingi atau setara dengan pihak yang mendominasi.
This thesis explains about capitalist expansion that has come into various sectors of industrial extraction in Indonesia. Including mining. Woman is the most vulnerable one who receives bad effects of mining. This study examines about the phenomena to explain how mining affects woman marginalization, woman strategy for resistance, and how far the resistance able to create its own reaction toward the mining. Opposing mining is opposing capitalist domination within economic growth. Moreover, mining is often seen as masculine characterized industry that is only suitable for man. To reach the goal of this research, it uses emancipation approach. It is used to understand the equal position of man and woman. Emancipation approach is used to see how far women able to change the unequal relations appropriated with their capacities and capabilities in their competition with various discrimination practices occurred within mining. This study result explains that womens resistance when opposing mining is not always the same. Cultural background determines resistance strategy that will be delivered by women. The strong influence of patriarchal system makes women act carefully when delivering their resistance. Women of Glempangpasir realized how much their power is. As they decided to take the resistance choice in an adaptive form that could compromise with the circumstance. The women took the remaining opportunity within subsistence production system and partly worked as housemaids abroad (TKW). The second option was more attractive than the first one. Childbearing aged women chose to work as housemaids abroad. The planted mindset within the mining society is that being housemaids abroad is one of instant ways to gather money because it has higher exchange rate than working as housekeepers in their own country. The main discovery of this study is that not all of resistances are opposing. Although the ultimate goal of resistance is to drop, to match, or becoming equal with the dominating ones.
Kata Kunci : Mining Industry, Woman, Resistance