Pengaruh Kredit Usaha Rakyat terhadap Produksi dan Pendapatan Usahatani Cabai di Kabupaten Bantul
DZANI KUSUMA PUTRI, Dr. Jamhari, S. P., M. P.; Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M. P.
2015 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada sektor pertanian di Kabupaten Bantul; kesesuaian pemanfaatan KUR dengan tujuan saat pengajuan peminjaman; pengaruh KUR terhadap produksi dan pendapatan usahatani cabai di Kabupaten Bantul; serta faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya jumlah KUR yang diambil petani di BRI. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode komparatif dengan membandingkan 30 sampel pengambil KUR dengan 30 sampel yang tidak mengambil KUR di Kecamatan Sanden, Pundong, dan Bambanglipuro. Besaran KUR untuk sektor pertanian dapat diketahui dengan membandingkan serapan pada sektor pertanian dengan total serapan pada setiap sektor; sedangkan metode analisis untuk mengetahui kesesuaian pemanfaatan dilakukan uji t one-sample; dan untuk mengetahui pengaruh KUR terhadap produksi dan pendapatan usahatani cabai serta faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah KUR maka digunakan analisis regresi berganda. Hasil yang diperoleh yaitu serapan KUR sektor pertanian sebesar 8,38% lebih rendah dibandingkan sektor industri pengolahan, perdagangan, dan jasa kemasyarakatan; sedangkan pemanfaatan KUR untuk usahatani cabai sebesar 48,96% dan sisanya digunakan debitur untuk keperluan lain pada waktu yang tidak terduga. KUR tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi cabai di Kabupaten Bantul karena pinjaman KUR tidak digunakan sepenuhnya untuk produksi cabai. Produksi cabai dipengaruhi positif oleh luas lahan dan jumlah tenaga kerja. KUR juga tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani cabai di Kabupaten Bantul karena harga jual cabai per kilogram bergantung pada harga pasar. Pendapatan cabai dipengaruhi positif oleh luas lahan dan upah tenaga kerja. Faktor yang berpengaruh positif terhadap besaran jumlah KUR yaitu jangka pengembalian dan pendapatan total.
This research is used to know the amount of Kredit Usaha Rakyat (KUR) absorption in agricultural sector in Bank Rakyat Indonesia (BRI) Bantul; the suitability of using KUR with the purpose of borrowing; KUR influence on production and income of chilli farm in Bantul; and also factors that influence the amount of KUR taken by farmers in BRI. The sampling method is comparative method, by comparing 30 samples with KUR and 30 samples without KUR in Sanden, Pundong, and Bambanglipuro. Allocation of KUR on agricultural sector is counted by comparing the absorption in the agricultural sector with a total absorption in each sector; while analysis method to determine the suitability of the utilization of a one-sample t test; and to determine KUR effect on production and income of chilli farm, and the factors that influences the amount of KUR are used multiple regression analysis. The results obtained by KUR absorption in agricultural sector amount 8.38% lower than manufacturing, trade, and social services sector, while KUR is not used in accordance with the reason for proposal because the debtor need the money for other purposes at unexpected time. KUR has no effect on chilli production in Bantul because KUR loan is not used entirely for the production of chilli. Chilli production are affected by land area and labor. KUR has no effect on income of chilli farm in Bantul because the selling price of chilli depends on market price. Chilli income are affected by land and labor wage. Factors that significantly influence the amount of KUR are payback period and total income
Kata Kunci : KUR BRI, Serapan KUR, Pemanfaatan KUR, Produksi Cabai, Pendapatan Cabai