Laporkan Masalah

Stabilitas Lereng Kawasan Situs Ratu Boko Akibat Pengembangan Infrastruktur Berdasarkan Simulasi Numeris Plaxis

FAZA ADHIMA TRISANI, Dr. Ir. Ahmad Rifa'i, M.T.

2015 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPIL

Kawasan Situs Ratu Boko terletak di kawasan perbukitan yang curam dan mempunyai potensi yang tinggi akan gempa sehingga tanah dan batuan berpeluang untuk bergerak. Adanya rencana pengembangan infrastruktur pada kawasan tersebut tentu akan menambah beban pada lereng sehingga potensi pergerakan bertambah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng akibat rencana pembangunan hotel (cottage) di puncak lereng berdasarkan simulasi numeris. Penelitian ini didahului dengan pengambilan sampel tanah dan batuan dengan alat hand auger. Metode pengindraan jauh digunakan untuk mengetahui topografi di daerah penelitian sehingga profil lereng dapat diketahui. Penyelidikan perlapisan tanah dan batuan pada lereng dilakukan dengan menggunakan metode Geolistrik dan metode Measured Stratigraphic. Analisis dilakukan dengan pemodelan menggunakan software Plaxis v8.2 untuk mengetahui bidang gelincir lereng , arah dan besar dari pergerakan tanah dan batuan sehingga diketahui stabilitas dari lereng. Pemodelan dilakukan dengan berbagai kondisi yaitu pada kondisi asli, kondisi setelah adanya pengembangan infrastruktur, serta kondisi saat terjadi gempa. Pergerakan tanah yang terjadi pada kondisi asli sebesar 2,03 mm dengan kedalaman sebesar 3,02 m. Pergerakan tanah dan batuan pada kondisi cottage telah dibangun sebesar 2,69 mm dengan kedalaman sebesar 3,3738 m. Pergerakan tanah akibat terjadi gempa sebesar 237,09 mm dengan kedalaman sebesar 3,026 m. Pembangunan infrastruktur berpengaruh kecil terhadap pergerakan tanah dan batuan pada lereng karena pegerakan yang terjadi tidak berbeda jauh dengan pergerakan pada kondisi asli. Gempa berpengaruh besar terhadap pergerakan tanah dan batuan pada lereng karena menghasilkan pegerakan yang paling besar. Rekomendasi yang diberikan untuk menangani pergerakan tanah dan batuan adalah dengan membuang sebagian tanah yang ada pada lereng dan membentuknya menjadi sistem berundak (bench). Dengan metode ini pergerakan tanah terbesar saat terjadi gempa dapat dikurangi menjadi 6,191 cm yang terletak pada salah satu tebing berundak.

Ratu Boko Cites area is located in the hilly area that has steep slope geometry. The possibility of an earthquake increasing the occurrence of ground or rock movement. The infrastructures development in that area add more load that make ground or rock movement happen. This research analyze the ground or rock movement and slope stability due to an earthquake and cottage construction as an example of infrastructure development. This research preceded by soil sampling using hand auger and continued by geometry and profile of slope study. The profile of slope that contain soil or rock layer studied by using Geoelectricity and Measured Stratigraphic method. The analysis started by modeling the slope using Plaxis v8.2 to determine the sliding plane, movement direction, and displacement of the slope. The modeling was done by using variety condition; existing condition, after development condition, and in earthquake condition. From this research it is known that the facility building in the top and north side of the slope not give significant impact to the slope stability because the displacement just 2,69 mm. According to Skempton dan Hutchinson that displacement can not classified as landslide. The load because of earthquake give hugh impact that give 23,079 cm displacement. That result was not safe and have to be improved. To improve the slope, soil removal work was applied with brench sytem and decrease the displacement to 6,191 cm that is relatively safe.

Kata Kunci : stabilitas, lereng, pergerakan, longsor, Plaxis v8.2