STUDI KELAYAKAN METODE NONDESTRUCTIVE TEST UNTUK MEMPREDIKSI NILAI MODULUS ELASTISITAS KAYU
AYUTYASTUTI, Sentagi Sesotya Utami, ST., M.Sc., Ph.D. ; Nazrul Effendy, S.T.,M.Sc.,Ph.D.
2015 | Skripsi | S1 FISIKA TEKNIKelastisitas menggunakan metode uji tidak merusak berbasis akustik. Manfaat penelitian ialah sebagai langkah untuk sortir kayu dan menguji elastisitas kayu di lapangan. Bahan yang digunakan adalah 6 jenis kayu, meliputi kayu Sukun, Munggur, Jati, Sonokeling, Akasia, dan Mahoni. Kayu-kayu tersebut telah dipotong dengan dimensi 123 cm x 12 cm x 6 cm. Pengukuran dilakukan dengan melakukan perekaman impuls dari kayu yang dipukul di salah satu ujungnya menggunakan tiga perangkat, yaitu Cool Edit Pro 2.0- MATLAB, Real Time Analyzer, dan Faber Acoustical. Dari sinyal impuls diperoleh nilai frekuensi natural, kemudian dihitung menggunakan persamaan modulus elastisitas. Pengukuran dilakukan pada daerah near-field, sehingga tidak terpengaruh dari pantulan maupun absorbsi suara di lingkungan sekitarnya. Batas noise yang ditoleransi maksimal sebesar 40 dB. Hasil pengujian non-destruktif kemudian dibandingkan dengan hasil pengujian destruktif menggunakan alat pembebanan. Hasil penelitian menunjukkan nilai R2 sebesar 0,57 untuk kayu Sonokeling, 0,95 untuk kayu Mahoni, 0,09 untuk kayu Akasia, 0,90 untuk kayu Munggur, 0,63 untuk kayu Sukun, dan 0,59 untuk kayu Jati pada grafik perbandingan nilai modulus elastisitas yang diperoleh dengan metode destruktif dengan metode non-destruktif. Nilai MOE metode nondestruktif memiliki kecenderungan lebih tinggi dibandingkan nilai MoE nondestruktif dengan perbandingan sebesar 1,52 untuk kayu Sonokeling,1,43 untuk kayu Mahoni, 1,42 untuk kayu Akasia, 1,38 untuk kayu Munggur, 1,13 untuk kayu Sukun, dan 1,24 untuk kayu Jati.
This study examines the feasibility of a method to predict the value of the modulus of elasticity using the nondestructive test based on acoustic. The benefits of research are a step for sorting timber and predict modulus elasticity of wood in rural area. The materials used are 6 types of wood, including wood Sonokeling, Munggur, Jati, Sukun, Akasia, and Mahoni. The timber had been cut with the dimensions 123 cm x 12 cm x 6 cm. Measurement is done by recording the impulse of wood struck at one end using three devices, namely Cool Edit Pro 2.0- MATLAB, Real Time Analyzer, and Faber Acoustical. Impulse signals obtained natural frequency values, then calculated using the equation of elastic modulus. Measurements were taken on near-field, so it was not affected by the reflection and absorption of sound in the surrounding environment. Maximum tolerable noise limit of 40 dB. Nondestructive testing results were then compared with the results of destructive testing using the grading machine. The results showed R2 value of 0.57 for Sonokeling, 0.95 for Mahoni, 0.09 for Akasia, 0.90 for Munggur, 0.63 for Sukun, and 0.59 for Jati. MOE nondestructive method values have a tendency to be higher than the value of the MoE nondestructive with ratio of 1.52 for Sonokeling, 1.43 for Mahoni, 1.42 for Akasia, 1.38 for Munggur, 1.13 for Sukun, and 1.24 for Jati.
Kata Kunci : modulus elastisitas, akustik, frekuensi natural, nondestruktif, destruktif