Laporkan Masalah

ANALISIS KINERJA KEUANGAN KOPERASI PRIMER PEGAWAI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2012 SAMPAI DENGAN 2014

ANITA PURWANTI, Dra. Sumirah, M.Si., Ak. ; Siti Muslihah, S.E., M.Sc.

2015 | Tugas Akhir | D3 AKUNTANSI SV

Mengukur kinerja keuangan merupakan suatu hal yang penting dalam menilai efisiensi dan efektifitas suatu koperasi. Metode dasar penulisan ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan sumber data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah analisis rasio yang terdiri dari analisis rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas. Hasil penulisan menunjukkan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 06/Kep./M.KUKM/V/2006 untuk likuiditas dengan rasio lancar dapat dikatakan sehat dan rasio cepat tahun 2012 sehat sedangkan tahun 2013 dan 2014 sangat tidak sehat, solvabilitas dari tahun 2012 s.d. 2014 dapat dikatakan sehat, dan aktivitas dengan total Asset Turn Over tahun 2012 s.d. 2014 dapat dikatakan sangat tidak sehat dan perputaran piutang dari tahun 2012 s.d. 2014 dapat dikatakan tidak sehat, profitabilitas dengan rasio Net Profit Margin tahun 2012 dan 2013 kurang sehat dan tahun 2014 sehat, rasio Return On Asset dapat dikatakan tidak sehat, rasio rentabilitas modal sendiri dapat dikatakan sangat tidak sehat. Kinerja keuangan berdasarkan analisis perbandingan menunjukkan bahwa koperasi dalam menjamin utang jangka pendeknya mengalami peningkatan dan modal sendiri lebih berperan dibandingkan dengan modal pihak ketiga serta kenaikan pendapatan setiap tahun menyebabkan porsi sisa hasil usaha juga meningkat dan dengan analisis common size menunjukkan bahwa proporsi piutang usaha pada tahun 2012 s/d 2014 memiliki nilai yang paling besar.  

ABSTRACT Measure of financial performance is an important issue in assessing the efficiency and effectiveness of a cooperative. The basic method of this paper is descriptive quantitative method using secondary data sources. The analytical method used is the ratio analysis consisted of analysis of liquidity ratios, solvency, activity and profitability. The results showed that based on Regulation No. 06 / Kep. / M.KUKM / V / 2006 for liquidity with a current ratio can be said to be safe and quick ratio in 2012 while in 2013 and 2014 are very unsafe, the solvency of the 2012 until 2014 can be said to be safe, and the activity of the asset turnover in 2012 to 2014 can be said to be very unsafe and receivables turnover from year 2012 until 2014 can be said to be unsafe, profitability with net profit margin ratio in 2012 and 2013 are less safe and 2014 is very safe, the ratio of return on assets can be said to be safe, equity earnings ratio can be said to be very unsafe. Financial performance based on a comparative analysis shows that the cooperative in securing short-term debt and equity capital increased more instrumental than the third-party capital as well as the increase in revenue each year causes the portion of net income also increased and the common size analysis showed that the proportion of trade receivables in 2012 to 2014 has the greatest value.

Kata Kunci : Laporan Keuangan, Kinerja Keuangan/Financial Statements, Financial Performance

  1. D3-2015-328265-abstract.pdf  
  2. D3-2015-328265-bibliography.pdf  
  3. D3-2015-328265-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2015-328265-title.pdf