PENGARUH KERAPATAN INCISING TERHADAP KARATERISTIK PENGERINGAN TIGA JENIS SORTIMEN KAYU JATI ( Tectona grandis L.f. )
FELIKS E K SEMBIRING COLIA, Tomy Listyanto, S.Hut. M.Env.Sc., Ph.D.
2015 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI HASIL HUTANProses pengeringan jenis kayu komersial di Indonesia adalah salah satu jalan untuk meningkatkan efisiensi industri kayu. Untuk meningkatkan efisiensi industri kayu, maka diperlukan suatu terobosan perlakuan awal pengeringan yang mampu meningkatkan kecepatan pengeringan dan meminimalisir cacat-cacat pengeringan yang terjadi. Salah satu perlakuan awal yang berpotensi adalah pembuatan lubang incising. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi kerapatan incising terhadap kecepatan, cacat-cacat pengeringan dan kekuatan mekanika tiga jenis sortimen kayu jati yang dikeringkan. Bahan untuk penelitian ini adalah tiga jenis sortimen kayu jati segar yaitu balok dengan ukuran 100 x 100 mm, broti kecil dengan ukuran 60 x 100 mm, dan papan sempit dengan ukuran 50 x 70 mm. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor yang berbeda, yaitu tiga jenis sortimen ( balok, broti kecil dan papan sempit ) dan kerapatan lubang incising ( 0 lubang/m2, 500 lubang/m2, 1000 lubang/m2 dan 1500 lubang/m2). Parameter yang diamati adalah kecepatan pengeringan, cacat-cacat yang terjadi seperti retak ujung, retak permukaan, perubahan bentuk (warping), honeycombing, dan sifat mekanika kayu Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi kerapatan incising pada ketiga jenis sortimen tidak berpengaruh nyata pada laju dan cacat-cacat pengeringan. Interaksi kerapatan incising juga tidak memberikan pengaruh nyata pada penurunan sifat tegangan pada batas proporsi, nilai MoE dan nilai MoR kayu jati yang di incising.
Drying process of commercial wood in Indonesia is a way to increase an efficiency of wood industry. To increase the efficiency of wood industry, a special pretreatment is required to improve drying rate and to minimize defects, which were caused by drying process. One of the potential treatments is incising holes. The purposes of this experiment were to know the influence of variation incising density on drying rate, drying defects and mechanical strength of three types of teak woods sortiment. Materials for this experiment were three types of sortiment of fresh teak woods which were 100 x 100 mm beam, 60 x 100 mm small scantling, and 100 x 100 mm thin board. This experiment used completely randomized design with two different factors, which were three types of sortiment ( beam, small scantling, thin board) and density of incising hole ( 0 holes/m2, 500 holes/m2, 1000 holes/m2 and 1500 holes/m2). The experiment parameters were drying rate, defects that occured during drying such as crack at the tip, crack on the surface, warping, honeycombing, and wood mechanical properties. The results showed that incising density on three types did not show any significant effect on drying rate and drying defects. There was also no significant reduction on static bending.
Kata Kunci : jati, sortimen kayu, kerapatan incising, skedul pengeringan, metode incising