Laporkan Masalah

Kearifan Lokal Petani Dalam Pemupukan Tanaman Padi Di Kecamatan Ngawi kabupaten Ngawi

TRIAS RATNA PRATIWI, Prof.Dr.Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.Si;Ir. Harsoyo, M.Ext.Ed

2015 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIAN

Pupuk yang telah dikenal masyarakat pada umumnya adalah pupuk kimia dan pupuk organik dari pupuk kandang dan kompos. Namun, petani di Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi selama beberapa tahun terakhir ditemukan pupuk organik yang berasal dari urin kambing. Penelitian ini bertujuan untuk 1) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam penggunaan urine kambing sebagai pupuk organik di Kabupaten Ngawi, 2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan kearifan lokal urine kambing sebagai pupuk organik di kabupaten Ngawi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan regresi berganda. Pola inovasi terbentuk berasal dari satu sumber, yaitu ketua kelompok tani yang kemudian menyebarkan inovasi kepada petani lainnya. Faktor-faktor kearifan lokal dan motivasi petani dalam menggunakan pupuk dari urine kambing adalah sikap terhadap urin kambing, peran penyuluh pertanian, peran tokoh masyarakat (ketua kelompok tani), kepemilikan kambing, pengeluaran pupuk kimia tidak mempengaruhi penggunaan pupuk organik dari urin kambing tetapi pengetahuan petani terhadap pupuk dari urine kambing mempengaruhi penggunaan pupuk dari urin kambing. Pupuk dari urine kambing yang digunakan oleh petani lebih didasarkan pada ketaatan mereka kepada ketua kelompok tani, yang memiliki pengaruh sebagai kekuatan yang sah, kekuasaan keahlian dan model.

Fertilizers that have been known to the public in general is chemical fertilizer and organic fertilizer from manure and compost. However, farmers in sub district Ngawi, Ngawi district over the last few years found very commonly used organic fertilizers derived from goat urine. This study aimed to 1) to determine the factors that affect motivation goat farmers in the use of urine as organic fertilizer in the district of Ngawi, 2) to determine the factors that influence the use of local wisdom goat urine as organic fertilizer in the district Ngawi. The method of analysis used is the qualitative and quantitative data analysis using multiple regression. The innovativenes pattern formed originated from a single source, namely farmer leaders (as well as the head of the farmer groups) which then spread innovation to other farmers. These factors include the local wisdom and motivation of farmers use fertilizer from goat urine, attitudes toward goat urine, the role of agricultural extension, the role of community leaders or village officials, goat ownership, chemical fertilizer expenditure do not affect the use of fertilizers from goat urine but urine fertilizer knowledge do affect the use of fertilizers from goat urine. Goat urine fertilizer used by farmers is more based on their adherence to the chairman of the farmers group, that has influence as a legitimate power, expertise power and models

Kata Kunci : : kearifan lokal, urine kambing, pupuk