Kemampuan keuangan daerah dan faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatannya di Kabupaten Ngada 1995/1996 s.d 2000
ALFANITA, Martha, Drs. A. Budi Purnomo, MA
2002 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat derajat kemampuan keuangan daerah Kabupaten Ngads, memperoleh gambaran posisi PAD Kabupaten Ngada dibanding seluruh kabupatedkota di Propinsi NTT, mengidentifikasi pengaruh sumbangan & bantuan umum dan PDRB terhadap pendapatan asli daerah (derajat otonomi fiskal) di Kabupaten Ngada, serta mengkategorikan semua jenis pajak dan retribusi daerah. Data yang digunakan adalah data sekurider dari tahun 1985 sld 2000. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kontribusi, analisis rasio, analisis regresi linier berganda sederhana, analisis pertumbuhan dan matriks. Hasil penelitian menunjukkan selama tahun 1985 s/d 2000 derajat kemampuan keuangan Kabupaten Ngada masih sangat rendah bahkan untuk membiayai belanja rutin saja niasih kurang, ha1 ini dilihat dari rata-rata peranan pendapatan asli daerah terhadap total penerimaan APBD hanya sebesar 3,77%. Bila dilihat dari kernampuannya untuk membiayai belanja rutin rata-rata hanya 5 ,99% . Posisi pendapatan asli daerah Kabupaten Ngada bila dibandingkan dengan kabupatenlkota se NTT dapat diukur dengan menggunakan lndeks penampilan pendapatan asli daerah. Hasil perhitungan menunjukkan upaya pengumpulan pendapatan ash daerah Kabupaten Ngada lebih dari 1 atau kuat. Hasil perhitungan ini sekaligus menunjukkan secara keseluruhan kabupaten/kota di NTT memiliki derajat kemampuan keuangan daerah yang rendah karena peranan PAD terhadap total penerimaan yang hanya 3% saja sudah tergolong kuat. (Periode observasi 1995 - 2000). Dengan menggunakan data runtun waktu 1985 s/d 2000 faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD (peningkatan kemampuan keuangan daerah) hanya faktor sumbangan dan bantuan umum saja sedangkan PDRB tidak signifikan. Setiap kenaikan Rp 1000,- sumbangan dan bantuan umum maka PAD sebagai salah satu indikator kemampuan keuangan daerah akan meningkat sebesar Rp 16,- , sedangkan besarnya PDRB di Kabupaten Ngada belum dapat direspon bagi peningkatan pendapatan asli daerah. Mengingat peranan retribusi dan pajak bagi pendapatan asli daerah di Kabupaten Ngada maka perlu dianalisis lanjut dengan menggunakan matriks potepsi pajak dan retribusi daerah. Termasuk kategori prima adalah pajak penerangan jalan, retribusi pelayanan kesehatan, retribusi pasar, retribusi pemakaian kekayaan daerah dan retribusi terminal. Dengan mengetahui kategori pajak dan retribusi diharapkan adanya langkah strategis dan tepat yang dapat ditempuh oleh Pemda Kabupaten Ngada.
The purpose of this resebrch is to measure the financial ability level iv the District of Ngada, to describe the Regional Original Income (PAD) position in the District of Ngada compared to all districtskities in the province of NTT, to identify the effect of grmts and general assistants and Gross Regional Domestic Product (PDRB) to PAD (fiscal autonomy level) in District of Ngada, and to categorize all type of taxes and local retribution. The data used here is secondary data from the year 1985 until 2000. The analysis tools used in this research are contribution analysis, ratio analysis, simple linear regression analysis, growth analysis, and matrix. The results of research showed that during the year 1985 until 2000, the financial ability level in the District of Ngada is still low, even it was sufficient to cover the routine expenditures. It could be seen from the mean of regional original income role to the total APBD income of only 3.77%. The ability to cover the routine expenditures was only 5.99% in average. The position of regional original income in the District of Ngada compared to all districtskities in NTT could be measured using regional original income Index. The result Gf measuring showed that the effort to collect regional original income in the District of Ngada was more than 1 or strong. This result also showed that in general, all districts/cities in NTT had a low financial ability level because ths role of PAD to total income that was only 3% can be classified into strong enough. (Observation period of 1995-2000 Using time-series data in the year 1985/2000, there was only one factor that positively and significantiy influence the PAD (regional financial ability increasing) i.e. grants and general assistants, while the PDRB has no influence to PAD. Every Rp 1000,- increasing in grants and general assistants will increase the PAD of Rp 16,- as one indicator of regional financial ability. The degree of PDRB in the District of Ngada has not been responded by the increasing in regional original income. Because there was an impstant role of retribution and taxes to the regional original income in the District of Ngada, it can be further analyzed using regional tax and retribution potential matrices. The ones that can be categorized into prime are road lighting tax, health service retribution, market retribution, regional assets use retribution, and bus station retribution. By knowing the tax and retribution categories, it's expected that there wili be some strategic and right measure done by the regional government in the District of Ngada.
Kata Kunci : Keuangan Daerah, Peningkatan, Kabupaten Ngada