Kapasitas Kelembagaan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta dalam Penyediaan Perindang Jalan Kota Yogyakarta
RAHAYU CAHYANINGTIAS, Ario Wicaksono, SIP, M.Si
2015 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Pengadaan Perindang Jalan Kota Yogyakarta dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta. Perindang jalan merupakan salah satu aspek dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik Kota Yogyakarta yang besarannya belum mencapai kuota 20%. Tentu menjadi bahasan yang menarik melihat kinerja BLH Kota Yogyakarta dalam Pengadaan Perindang Jalan. Agar nantinya dapat terlihat penyebab dari belum terpenuhinya kouta tersebut. Penelitian ini berusaha memaparkan kapasitas kelembagaan yang diartikan sebagai kemampuan organisasi dalam melaksanakan tugas pada BLH Kota Yogyakarta. Kapasitas kelembagaan dalam penelitian ini mengacu kepada konsep lima dimensi kapasitas kelembagaan yang dikemukakan oleh Grindle dan Hilderbrand. Lima dimensi tersebut terdiri dari lingkungan aksi, kelembagaan sektor publik, jaringan kerja, organisasi dan sumber daya manusia. Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas kelembagaan yang dimiliki oleh BLH Kota Yogyakarta cukup baik. Hal ini dilihat berdasarkan capaian output kegiatan pengadaan perindang jalan yang sesuai dengan perencanaan. Walaupun begitu ada beberapa dimensi yang harus diperhatikan dalam kapasitas kelembagaan BLH Kota Yogyakarta, seperti sumber daya manusia, jaringan kerja dan lingkungan aksi. Ketiga dimensi tersebut dapat melemahkan maupun memperkuat kapasitas kelembagaan BLH Kota Yogyakarta.
The procurement of the roadside plants of the city of Yogyakarta is conducted by Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta. The roadside plants were one of the many aspects of Yogyakarta's green space that is yet achieved the desired quota of 20% of the city area. The procurement of the roadside plants by BLH Kota Yogyakarta become an interesting subject indeed to observe why the desired quota of the green spaces in Yogyakarta is yet to be achieved. This research is aimed to describe that the institutional capacity which is defined by the organizational ability of BLH Kota Yogyakarta in doing their daily tasks. On describing the institutional capacity, the writer used the five dimensions of institutional capacity concept by Grindle and Hildebrand. Those dimensions were Action Environment, Public Sector Institutional Context, Task Network, Organisation, and Human Resources. The research results shows that BLH Kota Yogyakarta's institutional capacity is quite satisfying. This could be said by looking out to the fact that the desired output of the procurement goes according to plans. Even so, there are some things to be noted in BLH Kota Yogyakarta's institutional capacity, like the human resources, task network, and the action environment. Those three factor hold the key of BLH Kota Yogyakarta's performance quality.
Kata Kunci : Pengadaan perindang jalan, BLH Kota Yogyakarta, dan Kapasitas Kelembagaan