Laporkan Masalah

Efisiensi pungutan pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor pada Kantor Samsat di Propinsi DIY

GONDHOHASTUTI, Purnomosari Dyah Nurmaya, Dr. Arief Ramelan Karseno, MA

2002 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat efisiensi pada Kantor Samat di Propinsi DIY selama 3 (tiga) Tahun Anggaran, yaitu 1999/2000, 2000, dan 2001. Jumlah Kantor Samsat yang diuji sebanyak 5 (lima) unit, sehingga dari penelitian ini akan dihasilkan 15 (lima belas) analisis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari Dinas Pendapatan Daerah dan Kantor Samsat. Selain itu untuk mendukung analisis juga digunakan data primer berupa wawancara dan pengisian kuesioner, yang disebarkan kepada petugas pemungut pajak dan wajib pajak. Alat analisis yang digunakan adalah Data Envelopment Analysis (DEA), yang menghasilkan 7 (tujuh) variabel keputusan. Variabel input yang digunakan terdiri dari 5 (lima) yaitu jumlah kendaraan yang dikenakan pajak dari PKB, jumlah kendaraan yang dikenakan pajak dari BBNKB, jumlah petugas, jumlah komputer, dan biaya operasional. Kemudian variabel output yang dihasilkan terdiri dari 2 (dua)yaitu Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Hasil analisis menunjukkan bahwa selama tiga tahun Kantor Samsat Sleman dan Yogyakarta mencapai tingkat efisiensi yang sempurna. Kemudian Kantor Samsat yang dikatakan tidak efisien adalah Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo. Ketidak efisienan ini disebabkan oleh karena beberapa penggunaan variabelnya tidak optimal jika dibanding dengan Kantor Samsat yang lebih efisien Selain itu dari hasil wawancara dan polling data bahwa Kantor Samsat yang tidak efisien mempunyai fasilitas yang minim dan pelayanan yang kurang baik, sedang untuk Kantor Samsat yang sudah efisien baik fasilitas maupun pelayanan yang dilakukan sudah dinilai baik.

The purpose of this research is to measure the efficiency level of Samsat Office in the Special Territory of Yogyakarta Province during 3 years of Budget Year i.e. 1999/2000, 2000, and 2001. The number of Samsat Offices tested is 5 (five) units, so this research resulted in 15 (fifteen) analysis. The data used in this research are secondary data obtained from Regional Income Institution and Samsat Office. To support the analysis, the primary data is also used such as interview and questionnaire fulfilled by tax collector officer and taxpayer. The analysis used is Data Envelopment Analysis (DEA) that resulted in 7 (seven) decision variables. The input variable used consist of 5 (five) variables, they are the number of vehicle taxed using PKB, the number of vehicle taxad using BBNKB, the number of officer, the number of computer, and operational expense. The output variables consist of 2 (two) variables, they are Motored Vehicle Tax Income (PKB), Motored Vehicle Name Replacement Tax Income (BBNKB) . The result of analysis showed that during the three years, the Samsat Office of Sleman and Yogyakarta gained a perfect efficiency level. The Samsat Office that can be said not to be efficient is Bantul, Gunungkidul, and Kulonprogo. This inefficiency is caused by the use of these variables are not optimal compared to more efficient Samsat Office. From interview and pooling data result, it can be concluded that the inefficient Samsat Office has insufficient facilities and has a less service, while the efficient Samsat Office has a good facilities and services.

Kata Kunci : Pajak Kendaraan Bermotor,Bea Balik Nama,Samsat Propinsi DIY


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.