Laporkan Masalah

Pengaruh Flushing terhadap Kinerja Induk Kelinci Rex

DYAH KRISNANINGRUM, Panjono, S.Pt., MP., Ph.D.; Dr. Ir. Sigit Bintara, M.Si.

2015 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh flushing terhadap kinerja induk kelinci Rex. Dua belas ekor induk kelinci yang sudah beranak satu kali dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok flushing dan kontrol. Kelompok flushing diberi pakan dengan kandungan protein 22% selama dua minggu setelah menyapih sebelum dikawinkan, sedangkan kelompok kontrol dikawinkan setelah menyapih. Kedua kelompok kelinci dikawinkan pada saat siap untuk kawin. Pakan yang digunakan berupa rendeng dan konsentrat. Data yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan metode Independent Sample T-test. Post partum mating (PPM), service per conception (S/C) dan interval kelahiran kelompok flushing dan kontrol berturut-turut masing-masing adalah 44,00 lebih kurang 0,00 dan 37,33 lebih kurang 1,86 hari, 1,17 lebih kurang 0,41 dan 1,33 lebih kurang 0,52 kali serta 75,67 lebih kurang 2,16 dan 72,17 lebih kurang 3,87 hari. Hasil penelitian munujkkan bahwa PPM kelompok flushing lebih lama daripada kelompok kontrol, akan tetapi S/C dan interval kedua kelompok berbeda tidak nyata. Litter size, bobot lahir per anak dan total bobot lahir per induk kelompok flushing dan kontrol berturut-turut masing-masing adalah 8,50 lebih kurang 1,38 dan 7,17 lebih kurang 0,75 ekor, 49,77 lebih kurang 6,80 dan 55,65 lebih kurang 5,97 g/ekor serta 420,17 lebih kurang 72,31 dan 395,83 lebih kurang 24,03 g/ekor induk. Litter size, bobot lahir per anak dan total bobot lahir anak per induk berbeda tidak nyata. Disimpulkan bahwa flushing selama dua minggu menggunakan pakan dengan kandungan protein 22% belum dapat meningkatkan kinerja induk kelinci Rex.

This study was conducted to observe the effect of flushing on the performance of Rex rabbit does. Twelve heads of Rex rabbit does were divided into two groups, i.e. flushing and control groups. The flushing group were fed with 22% protein level feed for two weeks after weaning prior to mating while the control group were mated after weaning without flushing. Animals were mated when they were ready to mate. Feedstuff used in this study were peanut straw and concentrate. The data collected were analyzed using Independent Sample T-test. Post partum mating (PPM), service per conception (S/C) and kitting interval of flushing and control groups were 44.00 plus minus 0.00 and 37.33 plus minus 1.86 days, 1.17 plus minus 0.41 and 1.33 plus minus 0.52 times and 75.67 plus minus 2.16 and 72.17 plus minus 3.87 days, respectively. PPM of flushing group was longer than control group but there were no significant differences S/C and kitting interval between both groups. Litter size, kitten weight and litter weight of flushing and control groups were 8,50 plus minus 1,38 and 7.17 plus minus 0.75 heads, 49.77 plus minus 6.80 and 55.65 plus minus 5.97 g/head and 420.17 plus minus 72.31 and 395.83 plus minus 24.03 g/doe, respectively. There were no significant differences litter size, kitten weight and litter weight. It is concluded that flushing for two weeks using 22% protein level feed can not improve the performance of Rex rabbit does.

Kata Kunci : Kelinci Rex, Flushing, Kinerja Induk

  1. S1-2015-301591-abstract.pdf  
  2. S1-2015-301591-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-301591-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-301591-title.pdf