Analisis Faktor Ukuran Perusahaan Terhadap Luas Pengungkapan Sukarela Pada Laporan Tahunan Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
YANIS PRIHANTIKA MULYANI, Prof. Dr. Slamet Sugiri, M.B.A., Ak.,
2015 | Skripsi | AKUNTANSIWardani (2012) stated that company's size have a positive significant relationship with voluntary disclosure. The research examine 79 corporate in BEI (Bursa Efek Indonesia). The result didn't comply with signaling theory. Signalling theory (Shehata, 2014) state that company have a motivation to provide annual report to market due to their intend to give signal to investors. Investor then respond to signal and the respond will be reflected to corporate's stock price. Wolk, et al (2013) state that the company's size have an inverse relationship with the extent of company's disclosure. The writer expect that the inconsistencies between theory and the study result happen due to the sample could not represent the population of larger firm and smaller firm. This study took sample from LQ 45 and Pefindo 25. Index LQ 45 represent larger firm population with one condition that is the company's total assets should have at least one trillion rupiahs. Pefindo 25 index represent smaller firm which contain 25 company which has total assets below one trillion rupiahs. This research examine the relationship between company's size and the extent of voluntary disclosure. This research examine 18 manufacture corporate in BEI for 2011-2013 respectively. The research methodology used in this research is multilinear regression analysis. The dependent variable is voluntary disclosure, independent variable is company's size (ln total assets) and controlling variable are leverage (DER), liquidity (current assets) and profitability (ROA). The result of this study state that company's size have a significant and positive influence with voluntary disclosure. Profitability also have a significant and positive influence with voluntary disclosure. While profitability and liquidity didn't have significant influence with voluntary disclosure.
Informasi yang diterima oleh investor bergantung pada luasnya informasi yang diungkapkan oleh perusahaan pada laporan tahunan. Berdasarkan signalling theory, informasi yang diungkapkan oleh perusahaan pada laporan tahunan akan direspon oleh investor. Adapun reaksi dari investor akan terefleksi pada harga saham perusahaan. Menurut teori keagenan, perusahaan cenderung akan melakukan pengungkapan yang lebih luas untuk mengurangi potensi konflik antara manajemen perusahaan dengan investor sebagai pemilik perusahaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wardani (2012), ukuran perusahaan memiliki pengaruh signifikan positif terhadap luas pengungkapan sukarela pada laporan tahunan perusahaan yang bergerak di sektor riil. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin besar suatu perusahaan maka perusahaan tersebut akan melakukan pengungkapan sukarela yang lebih luas. Hasil penelitian tersebut bertentangan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Wolk et al (2013). Menurut Wolk et al (2013), perusahaan kecil memiliki information content yang lebih besar daripada perusahaan besar. Pasar saham akan memberikan respon yang lebih besar apabila perusahaan kecil melakukan pengungkapan yang lebih luas dibandingkan perusahaan besar. Oleh sebab itu pada penelitian ini penulis bermaksud untuk memperbaiki desain penelitian yang dilakukan oleh Wardani (2012) dengan memperbaiki teknik pengambilan sampel. Penulis beranggapan bahwa hasil penelitian yang bertentangan dengan teori disebabkan oleh sampel yang tidak merepresentasikan populasi. Pada penelitian ini penulis akan menggunakan variabel ukuran perusahaan sebagai variabel independen dan variabel leverage, likuiditas serta profitabilitas sebagai variabel kontrol. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh 18 perusahaan manufaktur yang terdaftar pada indeks LQ45 dan Pefindo 25. Penulis menggunakan indeks Pefindo 25 sebagai acuan untuk memeroleh sampel dari perusahaan kecil dan indeks LQ 45 sebagai acuan untuk perusahaan besar dengan syarat memiliki total aset lebih dari satu triliun rupiah. Jumlah laporan tahunan yang dianalisis adalah 54 laporan tahunan (2011-2013). Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda dalam melakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan negatif terhadap luas pengungkapan sukarela. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan teori smaller firm vs larger firm. Penulis juga melakukan analisis sensitivitas karena adanya perubahan peraturan pengungkapan dari Bapepam selama tahun pengamatan. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan peraturan pengungkapan Bapepam pada tahun 2012 tidak memengaruhi hasil penelitian yang menggunakan peraturan Bapepam pada tahun 2006 sebagai acuan untuk menentukan variabel luas pengungkapan sukarela.
Kata Kunci : luas pengungkapan sukarela, laporan tahunan, smaller vs larger firm, ukuran perusahaan, leverage, likuiditas, profitabilitas, analisis regresi linear berganda