PENGARUH DOSIS PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL WIJEN HITAM DAN PUTIH (Sesamum indicum L.)
ARDO SIMARE MARE, Dody Kastono, S.P. M.P; Ir. Sri Muhartini, M.S.
2015 | Skripsi | S1 AGRONOMIPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil wijen hitam putih dan hitam. Penelitian ini dilaksanakan di Kebuh Tridharma Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Mulai bulan Desember 2013 sampai Mei 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap. Faktor pertama adalah dosis pupuk kaliumyang terdiri dari 4 taraf, yaitu tanpa pemupukan kalium sebagai kontrol, dosis 30, 60, dan 90 kg K2O/ha. Faktor ke dua adalah dua varietas wijen yaitu SBR-1 dan lokal hitam. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam taraf kepercayaan 95 %. Apabila terdapat beda nyata antar perlakuan maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kalium sampai 90 kg K2O/ha secara nyata meningkatkan pertumbuhan tanaman pada variabel luas daun, berat kering tajuk, dan luas akar. Analisis pertumbuhan yang dilakukan juga menunjukkan adanya peningkatan indeks luas daun, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman, dan indeks panen secara nyata. Perlakuan dosis pupuk kalium sebesar 30 kg K2O/ha meningkatkan komponen hasil dan hasil tanaman wijen yang ditunjukkan pada variabel jumlah polong, berat 1000 biji, dan berat biji per tanaman. Interaksi antara perlakuan dosis pupuk kalium dan varietas wijen berpengaruh nyata terhadap kandungan minyak wijen. Kombinasi perlakuan dosis pupuk kalium 90 kg K2O/ha pada wijen lokal hitam memberikan kandungan minyak tertinggi yaitu sebesar 49,70 %.
This research was conducted to reveal the effect of dosage of potassium on the white and black sesame's growth and yield. The research was conducted at Tridharma Farm Station, Agriculture Faculty, Gadjah Mada University, located in Banguntapan, Bantul, Yogyakarta from December 2013 until May 2014. The design of the experiment was factorial complete block random design. The first factor was the rate of potassium fertilizer which was consisted of 3 levels, 0 kg/ha (control), 30 kgs K2O/ha, 60 kgs K2O/ha, and 90 kgs K2O/ha. The second factor was two kinds of sesame, SBR-1 and black-local sesame. The collected data then were analyzed by means of analysis of variance (Anova) applying confidence interval 95%. Whenever the significant differences among treatments were found, further analysis was carried out by applying a Duncan Multiple Range Test (DMRT) confidence interval 95%. The results showed that potassium application until 90 kgs K2O/ha significantly improved leaft area, plant's top dried weight, root area, leaf area index, net assimilation rate, and crop growth rate. The application of pottasium with dossage 30 kgs K2O/ha gave the best result of harvest index, number of pods, weight of 1000 seeds, and seed's weight per plant. The interaction between potassium dosage and variety of sesame influenced the oil content. The combination of treatment 90 kgs K2O/ha on black-local sesame gave the best oil content of sesame with 49,70 %.
Kata Kunci : wijen, kalium, kandungan minyak/ sesame, potassium, oil content